Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Akan Hadiri Dialog Kebudayaan  PWI Pusat di Banten

📅 Sabtu, 07 Feb 2026, 18:19 WIB | Oleh:
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Akan Hadiri Dialog Kebudayaan  PWI Pusat di Banten Doc: humas pwi

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon akan tampil sebagai pembicara utama dalam Dialog Kebudayaan AK PWI Pusat di Serang, Banten, Minggu (8/2). Mengangkat tema “Membangun Kebudayaan dari Pinggir (Daerah)”.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan hal itu saat  menerima Direktur Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, anggota Dewan Juri Nungki Kusumastuti dan Tim Pokja, di ruang kerja Menteri Kebudayaan, Jumat (6/2)sore. Kehadiran Yusuf mewakili Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, yang berhalangan hadir. 

Pentingnya Ruang Kebudayaan

Pada audiensi itu, Fadli Zon mengatakan pentingnya ruang kebudayaan di media massa perlu dihidupkan di daerah-daerah. Sebab kebudayaan adalah harta bangsa yang tidak bakal habis.
"Nikel, batubara akan habis suatu waktu, namun budaya tidak," tandas Menteri. 

Menteri juga memberi apresiasi kepada 10 bupati/wali kota  penerima AK PWI 2026 yang telah memberikan perhatian pada pemajuan budaya di daerahnya masing-masing.

Bagi dia peran seorang pemimpin daerah akan menentukan apakah memberi ruang kebudayaan. atau tidak di daerahnya. 

Yusuf mengungkapkan bahwa 10 bupati/wali kota itu telah berjuang keras memajukan kebudayaan di daerahnya, kini giliran wartawan dan media lokal untuk mengawalnya.

"Dewan Juri PWI Pusat tidak hanya memberi penilaian berdasarkan proposal yang mereka buat, tetapi juga dipresentasikan di depan Dewan Juri," papar Yusuf.

Saat presentasi itu, kata Yusuf, terungkap bagaiman perjuangan mereka memajukan budayanya dan segala permasalahan yang dihadapi.

"Wali Kota Samarinda (Andi Harun), misalnya mengeluhkan makin berkurangnya orang yang menjadi penenun Sarung Samarinda,” papar Yusuf.

Maka, Wali Kota itu saat ini turun tangan memajukan Kampung Tenun di Samarinda. 

Bupati Manggarai Hery Nabit, lanjut Yusuf, berjuang membangun rumah adat atau mbaru gendang agar tidak punah. Selama tahun 2025 sebanyak 92 rumah adat dibangun dengan biaya separuh dengan dana  pemerintah menyiapkan  separuhnya, separuhnya lagi oleh swadaya masyarakat sendiri. 

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, tutur Yusuf, tidak hanya melestarikan tari kuda lumping,  tapi ikut menari, dan melakukan kaderisasi.

"Bu Nungki telah meminta Bupati Temanggung untuk mendata pemain tari kuda lumping, pekerjanya, hingga UMKM yang terlibat saat pertunjukan, dalam rangka melestarikan dan memajukan seni itu,"  kata Yusuf. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Luar Negeri
Houthi Bakar Fasilitas Ener...
Advertisement
Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.