Makin Serius Garap Energi Ramah Lingkungan, Ini Dua Proyek Hijau Pertamina Yang Diresmikan Danantara
📅 Sabtu, 07 Feb 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim RedaksiAgung menghadiri peresmian Pabrik Bioethanol Glenmore di Banyuwangi, di mana pabrik ini merupakan kolaborasi antara Pertamina melalui Subholding Pertamina New and Renewable Energy dengan PT Sinergi Gula Nasional (SGN), anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN).
“Pembangunan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi Pertamina dengan PTPN untuk menghasilkan energi bersih untuk rakyat. Selain itu, melalui kolaborasi ini kami dapat mendorong perekonomian rakyat yang menumbuhkan swasembada energi,” ungkap Agung.
Berikut profil dua proyek ramah lingkungan Pertamina:
1. Proyek Biorefinery Cilacap, berlokasi di Jawa Tengah. Biorefinery Cilacap dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 6 ribu barel per hari (KBPD) minyak jelantah untuk diolah menjadi energi hijau. Saat ini, Kilang Cilacap telah menghasilkan 27 KL SAF per hari. Pada tahun 2029, diproyeksikan pengolahan SAF meningkat menjadi 887 KL SAF.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembangunan Biorefinery Cilacap berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, daerah dan nasional, serta lingkungan. Total kontribusinya terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) diperkirakan mencapai Rp 199 triliun per tahun. Selain itu, pada masa pembangunan mampu menyerap tenaga kerja hingga 5.900 orang, serta target penyerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 30%. Sebagai energi ramah lingkungan, SAF juga diharapkan dapat mengurangi emisi sekitar 600 ribu ton setara CO2.
Sementara itu dari aspek pengumpulan bahan baku minyak jelantah (UCO), Pertamina turut memberdayakan masyarakat setempat, salah satunya melalui Komunitas Beo Asri yang terdiri dari lebih 2.900 kepala keluarga, dari 7 titik lokasi pengumpulan UCO (UCO Collection Box).
2. Pembangunan Pabrik Bioethanol Glenmore, sinergi antara Pertamina New and Renewable Energy dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak usaha PT Perkebunan Nusantara. Proyek yang dilakukan di Banyuwangi, Jawa Timur ini di diharapkan memiliki kapasitas produksi bioethanol berbasis tebu mencapai 30 ribu KL per tahun, sehingga berpotensi mengurangi kebutuhan impor BBM dan ethanol.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembangunan Pabrik Bioethanol Glenmore diharapkan akan memberdayakan lebih dari 4 ribu tenaga kerja lokal dan petani tebu. Sebanyak 25% TKDN juga diperkirakan tercapai pada proses pembangunan pabrik. Selain itu, program ini diperkirakan juga berdampak pada pengurangan emisi tahunan sebesar 66 ribu ton setara CO2.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!