Gili Noko, Pulau Pasir yang Muncul dan Menghilang di Laut Jawa
📅 Jumat, 06 Feb 2026, 07:13 WIB | Oleh: Haryo BronoAntara Daya Tarik dan Kerentanan
Popularitas Gili Noko terus meningkat, terutama melalui media sosial. Foto-foto pulau pasir di tengah laut kerap viral dan menarik minat wisatawan baru. Namun, peningkatan kunjungan juga membawa risiko.
Sampah plastik, pijakan kaki di terumbu karang, serta aktivitas wisata tanpa regulasi berpotensi merusak ekosistem pulau yang rapuh. Karena itu, banyak pemerhati lingkungan menilai Gili Noko sebaiknya dikembangkan sebagai destinasi wisata terbatas berbasis ekowisata, bukan wisata massal.
Peran masyarakat lokal menjadi kunci. Nelayan setempat yang kini beralih menjadi pemandu dan pengemudi perahu berada di garis depan pengelolaan pulau. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, mereka dapat menjadi penjaga sekaligus penerima manfaat ekonomi dari pariwisata berkelanjutan. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!