Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Cirebon Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Sepanjang Februari 2026

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Cirebon Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Sepanjang Februari 2026 Doc: Antara
Ket. Hujan deras disertai angin kencang yang melanda salah satu kawasan di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (6/2).

Cirebon  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi pada Februari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Ikin Asikin di Cirebon, Jumat (6/2), mengatakan intensitas hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

“Potensi hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi masih perlu diwaspadai oleh masyarakat,” katanya.

Ia menyebutkan wilayah rawan bencana seperti bantaran sungai, daerah perbukitan, dan kawasan pesisir menjadi lokasi yang perlu mendapat perhatian khusus saat cuaca ekstrem berlangsung.

Atas dasar tersebut, BPBD meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di lokasi rawan bencana serta menunda kegiatan di luar ruangan apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan sebanyak 234 kejadian bencana terjadi selama tahun 2025, atau menurun dibandingkan pada 2024 yang mencapai 243 kejadian.

Ikin mengatakan kejadian bencana pada 2025 masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.

Menurut dia, data tersebut menunjukkan bahwa ancaman bencana masih cukup tinggi, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat tetap harus ditingkatkan.

Ia menyampaikan dalam kondisi darurat, masyarakat diminta segera melapor melalui layanan call center 112 agar dapat ditangani secara cepat.

Selain itu, ia mengatakan laporan kejadian bencana dapat disampaikan melalui layanan pesan singkat WhatsApp BPBD Kabupaten Cirebon di nomor 087787299991.

“Kami memastikan terus memperkuat kesiapsiagaan personel dan koordinasi lintas instansi, guna menghadapi potensi bencana,” ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.