Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Induk dan Anak Badak Jawa Tertangkap 'Camera Trap' di TN Ujung Kulon, Jadi Indikator Penting Pengawasan

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 20:13 WIB | Oleh:
Induk dan Anak Badak Jawa Tertangkap 'Camera Trap' di TN Ujung Kulon, Jadi Indikator Penting Pengawasan Doc: ANTARA/HO-Kemenhut
Ket. Tangkapan gambar dari kamera jebak yang memperlihatkan aktivitas induk badak jawa (Rhinoceros sondaicus) bernama Arum dan anaknya yang diprakirakan berusia kurang dari lima bulan di TN Ujung Kulon, Banten, Kamis (29/1).

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan bahwa hasil pemantauan terbaru memperlihatkan keberadaan seekor induk badak jawa (Rhinoceros sondaicus) bersama anaknya yang diprakirakan berusia kurang dari lima bulan di Taman Nasional Ujung Kulon.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Satyawan Pudyatmoko dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu (4/2) menyampaikan bahwa temuan itu merupakan indikator penting keberhasilan pengelolaan kawasan dan perlindungan badak jawa.

"Keberadaan induk dan anakan badak jawa yang terekam melalui camera trap menunjukkan bahwa habitat di Taman Nasional Ujung Kulon masih terjaga dengan baik. Selain itu, pengamanan kawasan yang kuat dan konsisten, serta dukungan kerja sama dari berbagai pihak, menjadi faktor kunci yang memungkinkan badak jawa berkembang biak secara alami," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa rekaman diperoleh pada Kamis (29/1) pukul 22.17 WIB itu menjadi rekaman anakan badak jawa pertama pada 2026, sekaligus memperkuat optimisme terhadap keberlangsungan populasi badak jawa di habitat alaminya.

Menurut hasil analisis awal tim, induk badak jawa yang terekam diduga bernama Arum merupakan individu yang telah teridentifikasi sebelumnya dalam sistem pengawasan. Sementara itu, anakan badak jawa yang terekam merupakan individu baru dengan perkiraan usia kurang dari lima bulan.

Kemenhut melalui Balai Taman Nasional Ujung Kulon akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap induk dan anakan badak jawa tersebut, serta seluruh populasi satwa terancam punah di kawasan tersebut.

Upaya itu dilakukan melalui penguatan patroli, pemantauan berbasis teknologi, pengelolaan habitat, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra konservasi, LSM, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat.

"Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian Badak Jawa sebagai salah satu satwa paling langka di dunia dan kebanggaan Indonesia, demi memastikan kelangsungan hidupnya bagi generasi mendatang," demikian Satyawan Pudyatmoko. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.