Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanpa Perbaikan Struktural, Pasar Modal hanya jadi Pintu Masuk Jangka Pendek

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Namun demikian, Sri Susilo mengingatkan bahwa kepercayaan pasar modal tidak bisa berdiri sendiri. Menurutnya, arus FDI yang berkelanjutan tetap sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah, kepastian hukum, serta iklim usaha yang kondusif di sektor riil.

Tanpa perbaikan struktural, pasar modal hanya akan menjadi pintu masuk jangka pendek, bukan jembatan menuju investasi langsung yang berkualitas.

Dia mengakui jika volatilitas di pasar modal juga kerap dipengaruhi oleh faktor global yang berada di luar kendali domestik, seperti suku bunga global, geopolitik, dan arah kebijakan moneter negara maju. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi domestik menjadi kunci agar kepercayaan investor tidak mudah goyah ketika terjadi tekanan eksternal.

“Kepercayaan itu dibangun dari konsistensi. Jika pasar modal stabil, kebijakan fiskal dan moneter sejalan, serta iklim usaha di daerah dan pusat terjaga, maka FDI akan mengikuti dengan sendirinya,” kata Sri Susilo.

Ia menegaskan bahwa pasar modal seharusnya diposisikan sebagai etalase awal, sementara daya tarik utama investasi tetap terletak pada kekuatan ekonomi riil Indonesia.

Dihubungi terpisah, pengamat kebijakan publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan meskipun pernyataan Rosan tidak salah secara teori, tetapi berpotensi menyederhanakan realitas investasi asing.

Kepastian Hukum

Perlu difahami FDI tidak hanya dipandu oleh likuiditas pasar modal, tetapi juga oleh stabilitas politik, kepastian hukum, kualitas infrastruktur, dan kepastian regulasi.

“Mengaitkan secara eksklusif FDI dengan persepsi terhadap pasar modal bisa menjadi semacam narasi alibi untuk menjelaskan rendahnya realisasi investasi, tanpa menyentuh faktor struktural yang lebih kompleks,”tegas Badiul.

Selain itu, klaim bahwa pasar modal menjadi pintu masuk awal investor karena sifatnya yang lebih likuid memang tidak salah dari perspektif finansial, namun tidak otomatis menjamin investor jangka panjang akan menanamkan modal di sektor riil.

Investor institusional global, misalnya, sering memandang potensi pertumbuhan, risiko regulasi, dan efisiensi birokrasi sebagai prioritas, bukan sekadar likuiditas pasar saham.

“Pernyataan petinggi Danantara perlu dibaca sebagai pengingat bahwa kepercayaan pasar modal penting, tetapi bukan satu-satunya variabel penentu FDI,”ungkap Badiul.

Untuk menarik investasi asing yang signifikan tutur dia, Indonesia harus menyeimbangkan penguatan pasar modal dengan reformasi struktural yang memastikan iklim usaha stabil, transparan, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Nuansa Kemerdekaan Menyelimuti Ikon Kota Bogor

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Nuansa Kemerdekaan Menyelim...
Ekonomi
Peternak Ayam Petelur Hadap...
Daerah
Pelaku UMKM Sumsel Didorong...
Olahraga
“Final” Toronto Terjadi...
Megapolitan
Samsat Keliling Hadir di 14...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Gladi Persiapan Sidang Tahunan dan Pidato Presiden

Gladi Persiapan Sidang Tahunan dan Pidato Presiden

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.