Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bidik Lompatan Teknologi, RI Gandeng Malaysia Kembangkan Semikonduktor Baru

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bidik Lompatan Teknologi, RI Gandeng Malaysia Kembangkan Semikonduktor Baru Doc: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
Ket. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pidato pembukaan pada Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

JAKARTA – Kolaborasi dengan negara lain menjadi kunci dalam pengembangan generasi baru industri semikonduktor karena tingginya kompleksitas teknologi, kebutuhan modal besar, serta rantai pasok yang bersifat global.

Tidak ada satu negara pun yang mampu menguasai seluruh tahapan—mulai dari riset material, desain chip, fabrikasi, hingga advanced packaging—secara mandiri dan efisien.

Melalui kerja sama internasional, transfer teknologi, penguatan talenta, dan integrasi ke ekosistem global dapat dipercepat, sekaligus menekan risiko keterlambatan inovasi.

Bagi negara berkembang, kolaborasi ini bukan hanya soal akses teknologi, tetapi juga strategi untuk meningkatkan daya saing industri nasional dan memastikan posisi yang relevan dalam peta industri semikonduktor masa depan.

Pemerintah Indonesia mengajak Malaysia menjalin kerja sama dalam pengembangan generasi baru industri semikonduktor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui Malaysia masih lebih maju dibandingkan Indonesia dalam pengembangan industri semikonduktor.

Namun, pada generasi baru teknologi chip, pasar dinilai masih terbuka dan memberikan ruang bagi kolaborasi kedua negara.

"Malaysia lebih maju dibandingkan Indonesia dalam industri semikonduktor. Namun, pada generasi baru semikonduktor, pasar ini masih terbuka. Karena itu, Indonesia juga menantang Malaysia dalam pengembangan generasi baru semikonduktor yang didukung oleh komitmen Presiden RI untuk mendorong pengembangan teknologi tersebut," kata Airlangga dalam acara Indonesia Economic Summit (IEC) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2).

Menurut Airlangga, kerja sama dengan Negeri Jiran itu menjadi penting karena negara tersebut telah memiliki ekosistem semikonduktor yang lebih matang.

Indonesia melihat peluang untuk berkolaborasi sekaligus membangun kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Menko menegaskan bahwa sebenarnya Indonesia juga memiliki potensi untuk berperan dalam pengembangan generasi baru semikonduktor, terutama dengan dukungan penuh dari pemerintah.

Sebab, Presiden Prabowo Subianto telah berkomitmen mendukung pengembangan industri semikonduktor generasi baru sebagai bagian dari strategi industrialisasi nasional.

Dalam paparannya, Airlangga menyebut kerja sama yang saat ini diinisiasi pemerintah dengan mitra strategis mencakup pengembangan tiga fase secara bersamaan sehingga dapat menghemat waktu riset hingga bertahun-tahun.

Tiga fase yang dimaksud yakni, fase pertama pengembangan ekosistem startup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kabut Asap Ancam Sampit, BMKG Ungkap Dampak Meluasnya Karhutla di Wilayah Selatan.

Kabut Asap Ancam Sampit, BMKG Ungkap Dampak Meluasnya Karhutla di Wilayah Selatan.

20 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.