Serang Tetapkan Tanggap Darurat Bencana
📅 Senin, 02 Feb 2026, 04:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Serang
SERANG –Pemerintah Kabupaten Serang telah menetapkan status Tanggap Darurat terkait bencana hidrometeorologi. Wilayah Serang mengalami bencana air berpekan-pekan. Hingga kini genangan masih menerjang empat kecamatan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, di Serang, Minggu (1/2) mengatakan berdasarkan pemutakhiran data, kemarin empat kecamatan masih tergenang. “Air menggenangi Kecamatan Binuang, Carenang, Tanara, dan Anyer,” tandas Ajat.
Ajat mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi, utamanya bagian timur hingga 2 Februari hari ini. “Kami terus melakukan pemantauan, pemenuhan kebutuhan dasar korban, serta menyiagakan alat penyedot air di lokasi yang tergenang,” pungkasnya.
Ajat Sudrajat memerinci kondisi Tinggi Muka Air (TMA) di empat kecamatan tersebut bervariasi. Di Kecamatan Tanara, khususnya Desa Tanara, ketinggian air berkisar antara 15 hingga 80 sentimeter. Sedangkan di Perumahan Grand Mekarsari, Kecamatan Carenang, air menggenang setinggi 70 sentimeter.
Untuk wilayah Kecamatan Binuang, kondisi air bersifat fluktuatif. Di Kampung Kuranji, Desa Cakung, air dilaporkan kembali naik dengan ketinggian 40 sentimeter. Kemudian, di Perumahan Green Harmony Warakas menurun, namun air masih 60 sentimeter. “Di Kecamatan Anyer, khususnya Desa Kosambironyok, banjir sudah berangsur surut, tapi air masih 25 sentimeter,” katanya.
Akibat kondisi ini, BPBD Serang mencatat jumlah pengungsi saat ini sebanyak 304 Kepala Keluarga (KK) atau 1.161 jiwa. Mereka tersebar di beberapa titik pengungsian seperti Binuang, Carenang, dan Tanara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salurkan Beras
Sementara itu, Pemkab Serang dan DPRD menyalurkan 14 ton beras kepada korban banjir di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Anggota DPRD Kabupaten Serang, Ahmadi, mengatakan kolaborasi eksekutif dan legislatif ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk meringankan beban korban bencana.
“Kami membagikan bantuan beras 14.000 kilogram kepada 1.400 Kepala Keluarga di Desa Ranjeng. Bantuan itu berasal dari Pemkab Serang dan donasi DPRD,” ujar Ahmadi. Dia merinci, dari total bantuan tersebut, 10 ton diadakan oleh Pemkab Serang di bawah pimpinan Bupati Ratu Rachmatuzakiyah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lalu, 4 ton gotong royong anggota DPRD, Camat Ciruas, Kepala Desa Ranjeng, serta donatur.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Serang itu menjelaskan bahwa sinergi dengan organisasi perangkat daerah seperti Dinas Sosial dan Dinas Pertanian, terus dilakukan. Sebelum menyasar Desa Ranjeng, bantuan serupa telah didistribusikan ke wilayah terdampak lainnya. Contoh ke Kecamatan Pontang, Carenang, Binuang, Lebakwangi, Kragilan, Kibin, Cikande, hingga Kopo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!