Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penambahan Kuota Pupuk Bersubsidi di Sampang untuk Musim Tanam 2026

📅 Senin, 02 Feb 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penambahan Kuota Pupuk Bersubsidi di Sampang untuk Musim Tanam 2026 Doc: Antara
Ket. Dokumen kegiatan pemantauan distribusi pupuk bersubsidi di salah satu kios pupuk di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Sampang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, menambah kuota pupuk bersubsidi pada musim tanam 2026 ini sebagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi pangan petani dan mendukung program swasembada pangan pemerintah.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang Nurdin di Sampang, Senin, mengatakan penambahan kuota pupuk bersubsidi oleh pemerintah pusat itu, berdasarkan usulan yang disampaikan Pemkab Sampang pada akhir 2025.

"Pada usulan itu, kami menyampaikan bahwa jatah beli pupuk bersubsidi harus ditambah, karena program yang dijalankan Pemkab Sampang untuk meningkatkan hasil produksi pertanian adalah menambah volume tanam," katanya.

Selain itu, sambung dia, Pemkab Sampang bekerja sama dengan Polri dan TNI memanfaatkan lahan tidur yang ada di wilayah itu untuk meningkatkan produksi pangan.

"Atas dasar itu, maka kami mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Pemprov Jatim untuk menambah kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Sampang pada musim tanam 2026 ini," katanya.

Menurut Nurdin, kenaikan pupuk bersubsidi itu meliputi tiga jenis pupuk, yakni Pupuk Urea, NPK, dan Pupuk Organik.

Kuota Pupuk Urea naik dari 22.956 ton pada musim tanam 2025, menjadi 26.320 ton untuk musim tanam 2026.

Pupuk NPK meningkat dari 20.108 ton menjadi 22.047 ton, sementara pupuk organik naik dari 3.339 ton menjadi 5.077 ton.

"Kami sudah menyampaikan kabar baik ini kepada para petani melalui penyuluh pertanian yang ada di Kabupaten Sampang ini," katanya.

Nurdin berharap, dengan peningkatan kuota dan pembenahan data penerima, persoalan kelangkaan pupuk dapat diminimalisasi sehingga produktivitas pertanian di Bumi Bahari bisa meningkat secara berkelanjutan.

"Tugas kami selanjutnya adalah memastikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan ketentuan, tepat sasaran dan pembelian sesuai dengan Herga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.