Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nilai Tukar Petani Babel Naik 0,19 Persen

📅 Senin, 02 Feb 2026, 15:36 WIB | Oleh:
Nilai Tukar Petani Babel Naik 0,19 Persen Doc: ANTARA/Aprionis
Ket. Pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

PANGKALPINANG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan nilai tukar petani (NTP) Kepulauan Babel pada Januari 2026 sebesar 152,57 atau naik 0,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 152,29.

"Kenaikan NTP ini karena naiknya indeks harga diterima petani (It) 0,13 persen, sementara indeks harga dibayar petani (Ib) turun 0,05 persen," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan peningkatan NTP pada Januari 2026 karena naiknya indeks pada subsektor hortikultura 1,80 persen, peternakan 1,09 persen, subsektor
perikanan sebesar 2,24 persen.

"Sebaliknya, penurunan terjadi di subsektor tanaman pangan 0,38 persen dan tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,09 persen," katanya.

Ia mengatakan indeks harga yang diterima petani merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Januari 2026, secara umum indeks tersebut naik sebesar 0,13 persen dibanding Desember 2025, yaitu dari 190,00 menjadi 190,25.

"Kenaikan It ini karena naiknya It pada subsektor tanaman hortikultura 1,81 persen, peternakan 1,10 persen dan perikanan sebesar 2,16 persen. Sebaliknya, penurunan terjadi di tanaman pangan 0,53 persen dan tanaman perkebunan rakyat 0,14 persen," ujar dia.

Ia menambahkan melalui indeks harga dibayar petani dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

"Pada Januari 2026, secara umum Ib turun sebesar 0,05 persen bila dibanding Ib Desember 2025, yaitu dari 124,76 menjadi 124,70, karena turunnya nilai tanaman pangan 0,15 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,06 persen dan perikanan 0,01 persen," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.