Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Khamenei Peringatkan akan Terjadinya Perang Regional

📅 Senin, 02 Feb 2026, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Khamenei Peringatkan akan Terjadinya Perang Regional Doc: AFP/KHAMENEI.IR
Ket. Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei saat berbicara dihadapan warga Iran di Teheran pada Minggu (1/2). Dalam pernyataannya di pertemuan itu, Khamenei memperingatkan jika AS menyerang Iran, maka akan memicu terjadinya perang regional.

TEHERAN – Pemimpin tertinggi Iran pada Minggu (1/2) menyamakan protes antipemerintah baru-baru ini dengan kudeta serta memperingatkan bahwa setiap serangan Amerika Serikat (AS) terhadap negara republik Islam setelah pengerahan militer Washington DC di Timur Tengah, akan memicu perang regional.

Respons brutal otoritas Iran terhadap protes tersebut memicu ancaman intervensi dari Presiden AS, Donald Trump, yang mengirimkan kapal induk ke wilayah tersebut.

"Amerika harus tahu bahwa jika mereka memulai perang, kali ini akan menjadi perang regional," kata Ayatollah Ali Khamenei, seraya mengatakan kepada warga Iran bahwa mereka tidak perlu takut dengan retorika Trump.

Demonstrasi di Iran bermula sebagai ungkapan ketidakpuasan atas tingginya biaya hidup, tetapi berkembang menjadi gerakan antipemerintah massal yang oleh para pemimpin negara itu digambarkan sebagai kerusuhan yang dipicu oleh AS dan Israel.

"Mereka (para perusuh) menyerang polisi, pusat pemerintahan, pusat IRGC, bank, dan masjid. Itu seperti kudeta," kata Khamenei seraya menambahkan bahwa kudeta tersebut saat ini telah berhasil dipadamkan.

Teheran telah mengakui lebih dari 3.000 kematian selama aksi protes tersebut, tetapi bersikeras bahwa sebagian besar adalah anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang tidak bersalah, dan mengaitkan kekerasan tersebut dengan tindakan teroris.

Namun, kelompok hak asasi manusia dan pemerintah asing menuduh Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melakukan tindakan keras yang menewaskan ribuan demonstran. Respons tersebut mendorong Uni Eropa (UE) untuk memasukkan IRGC sebagai organisasi teroris, dan para anggota parlemen Iran membalas pada Minggu dengan memberikan sebutan yang sama kepada tentara-tentara Eropa.

Garda Revolusi adalah sayap ideologis militer Iran, yang bertugas melindungi revolusi Islam dari ancaman eksternal dan internal. UE pada Kamis (29/1) lalu menyetujui untuk memasukkan Garda Revolusi sebagai organisasi teroris atas tanggapan mereka terhadap protes tersebut.

Ancaman dan Dialog

Sementara itu Iran dan AS telah saling melontarkan peringatan dan ancaman terkait potensi aksi militer, meskipun para pemimpin mereka tampaknya tetap membuka pintu untuk negosiasi.

Pejabat IRGC, Ahmad Vahidi, dikutip oleh kantor berita Mehr mengatakan bahwa musuh sedang berupaya menciptakan suasana perang. "Ini adalah bagian dari operasi psikologis mereka. Karena itu, kita tidak boleh terjebak dalam perangkap ini," kata Vahidi.

Harian ultra-konservatif Kayhan memuat judul utama "Asia Barat, rumah Iran dan kuburan Amerika", sementara Mehr mengatakan beberapa ribu kuburan di Teheran siap menerima jenazah tentara Amerika jika AS menyerang.

Namun Ali Larijani, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan pada Sabtu (31/1) bahwa bertentangan dengan gembar-gembor perang media yang dibuat-buat, pengaturan struktural untuk negosiasi sedang berjalan.

Trump juga menegaskan bahwa dialog sedang berlangsung, tetapi tanpa menarik kembali ancaman sebelumnya, dan menambahkan kita lihat saja apa yang terjadi. Presiden AS itu sebelumnya bahkan mengatakan bahwa ia yakin Iran akan mencapai kesepakatan mengenai program nuklir dan misilnya daripada menghadapi tindakan militer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.