Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG NTB Ingatkan Warga Waspada Banjir Rob

📅 Senin, 06 Okt 2025, 15:48 WIB | Oleh:
BMKG NTB Ingatkan Warga Waspada Banjir Rob Doc: ANTARA Foto
Ket. Ilustrasi banjir Rob.

Mataram -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan warga pesisir di Nusa Tenggara Barat (NTB) agar mewaspadai banjir rob akibat fase purnama sekaligus fenomena supermoon pertama tahun ini yang terjadi bersamaan pada awal Oktober 2025.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB Sartria Topan Primadi mengatakan peringatan dini itu berlaku sejak 6 Oktober sampai 14 Oktober 2025.

"Pasang maksimum diprakirakan mencapai lebih dari 1,7 meter," ujarnya di Mataram, Senin.

Topan menuturkan waktu pasang di Lembar (Lombok Barat) terjadi pada pukul 22.00 sampai 02.00 WITA, sedangkan waktu pasang di Sape (Bima) berlangsung mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WITA.

Banjir rob berpotensi terjadi seluruh kawasan pesisir Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, seperti Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Labuhan Lombok, Palibelo, Hu'u, Sape, hingga Asakota.

Peristiwa astronomi purnama dan supermoon tidak secara otomatis menimbulkan banjir rob, namun bisa meningkatkan risiko akibat ketinggian pasang maksimum, dataran rendah, dan penurunan muka tanah atau kerusakan tanggul di kawasan pesisir.

"Kami mengimbau masyarakat di kawasan pesisir, bantaran sungai, dan daerah yang lebih rendah untuk selalu waspada serta siaga mengantisipasi dampak pasang air laut maksimum," kata Satria.

Pada 7 Oktober 2025, fase purnama yang dijuluki Hunter Moon menghiasi langit Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat. Selain purnama dalam waktu yang bersamaan juga ada fenomena antariksa supermoon.

Itu adalah supermoon pertama tahun 2025. Fenomena purnama super tersebut terjadi saat bulan purnama berada paling dekat dengan Bumi memengaruhi pasangan air laut akibat gaya gravitasi bulan dan matahari yang sejajar.

BMKG mengungkapkan supermoon terjadi pada pukul 10.47 WIB atau 11.47 waktu Nusa Tenggara Barat. Saat fenomena itu terjadi jarak Bumi dengan Bulan sejauh 361.458 kilometer.

Fenomena supermoon selanjutnya dijadwalkan kembali menghiasi langit Nusa Tenggara Barat pada 5 November 2025 pukul 20.19 WITA dan 4 Desember 2025 mendatang pukul 07.14 WITA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.