Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan Siapkan Petani Muda lewat Pendidikan Vokasi

📅 Senin, 02 Feb 2026, 23:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementan Siapkan Petani Muda lewat Pendidikan Vokasi Doc: ANTARA/ Fathnur Rohman
Ket. Ilustrasi-Petani saat merawat lahan sawah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

JAKARTA – Regenerasi petani menjadi isu krusial di tengah menurunnya minat generasi muda pada sektor pertanian dan semakin menua-nya profil petani nasional.

Tanpa masuknya petani muda yang adaptif terhadap teknologi, produktivitas dan ketahanan pangan berisiko melemah dalam jangka panjang.

Karena itu, regenerasi petani tidak cukup hanya dengan insentif sesaat, tetapi memerlukan ekosistem yang menjamin akses lahan, pembiayaan, teknologi, serta kepastian pasar agar pertanian kembali menjadi sektor yang menarik dan berkelanjungan.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian memperkuat regenerasi petani lewat pendidikan vokasi pertanian Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Kepala BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti mengatakan dalam memperkuat regenerasi petani, pihaknya meluncurkan dan menyosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2026/2027.

"Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif dan berdaya saing, sekaligus memperkuat regenerasi petani nasional melalui pendidikan tinggi vokasi pertanian," kata Idha dalam keterangan di Jakarta, Senin (2/2).

Menurut dia, hal itu sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menegaskan anak petani perlu didorong untuk memperoleh pendidikan hingga jenjang tertinggi, sehingga BPPSDMP Kementan mendorong pendidikan vokasi pertanian sebagai fondasi pembangunan pertanian masa depan.

Idha menuturkan sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar global, hingga persoalan regenerasi pelaku utama.

Oleh karena itu, kata dia, pendidikan vokasi pertanian menjadi instrumen strategis dalam menyiapkan generasi muda pertanian Indonesia.

“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan,” ujar Idha.

Pada Tahun Akademik 2026/2027, tambah Idha, Polbangtan dan PEPI membuka Penerimaan Mahasiswa Baru dengan rencana kuota sebanyak 1.500 mahasiswa yang tersebar di tujuh unit pendidikan vokasi pertanian.

"Kebijakan PMB tahun ini memberikan prioritas hingga 70 persen bagi anak petani sebagai bentuk keberpihakan negara dalam mendorong regenerasi petani dan penguatan pelaku utama pertanian," jelasnya.

Selain itu, kesempatan juga dibuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat, potensi, dan komitmen untuk berkiprah di sektor pertanian melalui jalur seleksi yang telah ditetapkan.

Seluruh proses PMB Polbangtan dan PEPI dilaksanakan secara transparan, objektif dan akuntabel melalui sistem pendaftaran terintegrasi berbasis digital pada laman resmi pmb.pusdiktan.id, dengan tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, tes berbasis computer assisted test (CAT), pemeriksaan kesehatan, serta wawancara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.