Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disdik Provinsi Jambi Susun Aturan Baru Sekolah Antiradikalisme

📅 Senin, 02 Feb 2026, 13:42 WIB | Oleh:
Disdik Provinsi Jambi Susun Aturan Baru Sekolah Antiradikalisme Doc: antara foto
Ket. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Provinsi Jambi Muhammad Umar di Jambi, Senin (2/2).

KOTA JAMBI - Dinas pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi menyusun aturan baru sekolah antiradikalisme sebagai upaya pencegahan masuknya paham menyimpang di satuan pendidikan yang dapat mempengaruhi pola pikir pelajar.

"Penyusunan aturan sesuai instruksi gubernur terkait sekolah aman dan nyaman yang menyasar kepada peserta didik," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Provinsi Jambi Muhammad Umar di Jambi, Senin (2/2).

Setelah aturan sudah selesai, kata dia, maka dikuatkan melalui instruksi gubernur (ingub). Regulasi tersebut akan mengatur peserta didik tidak terlibat dalam paham radikalisme, termasuk tindakan kekerasan dan perundungan (bullying).

Ke depan, kata dia, regulasi tersebut akan melibatkan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Jambi Densus 88 Anti Teror (AT), guna membentengi pelajar yang ada di Jambi tidak terpapar radikalisme, intoleransi, dan ekstremisme.

Menurutnya, kehadiran Satgaswil Densus 88 AT sejauh ini memberikan dampak positif bagi institusi pendidikan Jambi. Ke depan, program ini akan terus dikembangkan demi mencegah penularan paham menyimpang di sekolah.

Lebih lanjut ia mengatakan sejak 2024 program pembinaan anti radikal telah diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, dengan menyasar kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidikan.

"Pencegahan paham radikalisme ini bisa sedini mungkin dilakukan pencegahan di satuan pendidikan, kita sudah sampaikan ke Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) agar ditindaklanjuti," jelas dia.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan dan Ekonomi Muktamar Hamdi menyampaikan salah satu misi pembangunan Jambi antara lain memantapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pendidikan.

Mengingat tahun 2045, kata dia, Indonesia diharapkan menjadi negara maju. Salah satu syarat mencapai tujuan itu harus melalui pembangunan SDM berkualitas, berdaya saing dan bertakwa.

Muktamar mengakui saat ini pemerintah dihadapkan pada situasi yang memerlukan kewaspadaan tentang paham intoleransi. Berangkat dari itu, kata dia, perlu inisiasi sejak dini untuk melakukan pencegahan di sekolah.

"Upaya kita memberikan edukasi kepada guru agar mereka mampu mengantisipasi penularan supaya tidak berkembang di tengah pelajar kita," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.