Coffeenatics, Kopi Tubruk Asal Tapanuli Selatan Tampil di WEF Davos 2026
📅 Senin, 02 Feb 2026, 20:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Coffeenatics
JAKARTA – Di tengah percakapan global tentang masa depan ekonomi dunia, hadir sebuah cerita sederhana yang berakar kuat pada tradisi dan kekuatan UMKM Indonesia. Cerita itu datang dari Paviliun Indonesia di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, yang berlangsung pada 19–23 Januari lalu.
Coffeenatics, UMKM kopi asal Medan sekaligus Mitra Merchant Grab, memperkenalkan kopi tubruk—cara seduh kopi khas Nusantara—menggunakan biji kopi dari Tapanuli Selatan kepada para pemimpin dunia, pelaku industri, dan pemangku kepentingan global.
Bagi Coffeenatics, kehadiran di Davos bukan sekadar tampil di forum internasional, melainkan mewakili potensi besar UMKM lokal dengan mengusung identitas kopi Indonesia. CEO dan Co-Founder Coffeenatics, Harris Hartanto Tan, mengaku bangga produknya dapat dipamerkan di ajang global sebagai wakil UMKM dari Medan.
“Membawa kopi tubruk Tapanuli Selatan ke Davos merupakan pengalaman yang membanggakan sekaligus membuka perspektif baru. Kehadiran di forum global ini memberi kesempatan bagi kami untuk memahami standar internasional, menjajaki peluang pasar ekspor, serta membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/1).
Di balik setiap gelas kopi yang disajikan di Davos, terdapat rantai nilai yang dibangun Coffeenatics bersama para petani kopi lokal. Perusahaan ini menjalin kemitraan dengan petani di berbagai daerah, termasuk Sumatera dan Bali, untuk menjaga kualitas biji kopi sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem dari hulu hingga hilir. Coffeenatics juga aktif melibatkan komunitas melalui edukasi kopi dan kelas brewing gratis guna membangun ekosistem kopi yang inklusif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komitmen terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui program konservasi lingkungan yang berfokus pada perlindungan orangutan Tapanuli Selatan, salah satu primata paling langka di dunia yang hidup di kawasan hutan Sumatera. Bekerja sama dengan People Resources and Conservation Foundation (PRCF) dan Sumatera Rainforest Institute (SRI), Coffeenatics menjalankan proyek sosial bertajuk Apes for Apes.
Inisiatif ini menggabungkan penyajian produk kopi dengan upaya konservasi orangutan yang terancam punah. Setiap pembelian produk tidak hanya menghadirkan kopi berkualitas, tetapi juga berkontribusi pada perlindungan populasi orangutan.
Sejak berdiri pada 2015, Coffeenatics tumbuh sebagai UMKM kopi yang konsisten mengangkat kualitas dan cita rasa kopi Indonesia. Usahanya tidak hanya berkembang di Medan, tetapi juga menjangkau Jakarta dan merambah pasar Singapura. Mengusung kopi specialty berkualitas tinggi, Coffeenatics menghadirkan produk yang diproses dengan standar ketat dan memiliki karakter rasa khas daerah asal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada awal berdiri, Coffeenatics beroperasi secara sederhana dengan modal dan tim terbatas. Hampir seluruh proses—mulai dari pemilihan biji kopi, brewing, hingga pelayanan pelanggan—dikerjakan secara mandiri. Seiring digitalisasi, Coffeenatics kini berkembang dengan dukungan lebih dari 80 karyawan.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan partisipasi Coffeenatics di Paviliun Indonesia WEF 2026 didukung Grab sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendampingi UMKM Indonesia agar siap naik kelas dan bersaing di panggung global.
“Dukungan ini sejalan dengan inisiatif Grab untuk Indonesia dengan total komitmen Rp100 miliar, yang mencakup penguatan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi Mitra Pengemudi berprestasi, apresiasi melalui skema BHR 2026, serta pengembangan kapasitas Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi melalui teknologi dan program seperti GrabAcademy,” ujarnya.
Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Coffeenatics, Norita Chai, menambahkan Coffeenatics telah menjadi Mitra Merchant Grab sejak 2020. Selama itu, Grab berperan besar dalam perjalanan bisnis Coffeenatics, mulai dari memperluas jangkauan pelanggan melalui layanan pesan antar hingga membantu UMKM tetap relevan dan kompetitif di era digital.
“Dukungan ini memberi kami kepercayaan diri untuk membawa kopi lokal Indonesia ke forum global seperti ini,” kata Norita.
Dengan cita rasa khas dan layanan berkualitas, Coffeenatics meraih predikat Merchant Grab Bintang Lima, berdasarkan ulasan asli pengguna. Adaptasi terhadap teknologi dan pemanfaatan ekosistem digital Grab turut mendorong perluasan pangsa pasar serta meningkatkan visibilitas merek di tengah dinamika industri kopi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!