Alarm Harga Menyala, Inflasi Januari 2026 Tertinggi Sejak Mei 2023
📅 Senin, 02 Feb 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim PenulisSementara itu, Kelompok Pengeluaran Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan mengalami deflasi secara tahunan sebesar 0,19 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar minus 0,01 persen.
Namun, jika dilihat menurut komponen, Ateng menyampaikan bahwa seluruh komponen mengalami inflasi secara tahunan, dengan inflasi tertinggi dialami oleh komponen harga yang diatur pemerintah (administered price) sebesar 9,71 persen yoy dan memberikan andil 1,77 persen.
Ia menuturkan komoditas dari komponen tersebut yang dominan memberikan andil inflasi pada Januari 2026 adalah tarif listrik, tarif air minum PAM, sigaret kretek mesin (SKM), dan sigaret kretek tangan (SKT).
Sedangkan komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,45 persen yoy dan memberikan andil inflasi sebesar 1,59 persen, dengan komoditas penyumbang inflasi utama yakni emas perhiasan, biaya akademi atau perguruan tinggi, sewa rumah dan mobil.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Komponen harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 1,14 persen (yoy) dengan andil inflasinya 0,19 persen. Nah komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah beras ya untuk komponen harga bergejolak, daging, ayam ras dan juga bawang merah,” imbuh Ateng.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!