Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Google Bakal Tutup Fitur Background Playback YouTube Gratis

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 12:25 WIB | Oleh:
Google Bakal Tutup Fitur Background Playback YouTube Gratis Doc: PYMNTS

JAKARTA - Google dikabarkan akan menutup fitur "background playback" (pemutaran latar belakang) YouTube gratis dengan menindak tegas berbagai celah yang selama ini dimanfaatkan pengguna untuk memutar konten tanpa berlangganan YouTube Premium.

YouTube memiliki beberapa fitur yang sangat praktis jika pengguna membayar langganan Premium. Yang terpenting, tentu saja, adalah tidak adanya iklan. Tetapi ada juga fitur-fitur menarik lainnya. Salah satunya adalah kemampuan mendengarkan video saat ponsel terkunci. Pengguna cukup memulai pemutaran di aplikasi dan mengunci ponsel. Ini sangat berguna saat memutar acara bincang-bincang atau konten lain yang tidak terlalu membutuhkan bagian video.

Untuk waktu yang lama, pengguna juga dapat melakukan ini di browser pihak ketiga tanpa berlangganan. Tetapi Google tampaknya telah menemukan cara untuk memblokir hal tersebut.

Dilaporkan GSMarena pada Minggu (1/2) waktu setempat, Google mengonfirmasi adanya laporan penggunaan browser pihak ketiga seperti Samsung Internet, Brave, dan Vivaldi yang memungkinkan pemutaran latar belakang secara gratis.

“Pemutaran latar belakang adalah fitur yang dimaksudkan untuk eksklusif bagi anggota YouTube Premium. Meskipun beberapa pengguna non-Premium mungkin sebelumnya dapat mengakses fitur ini melalui peramban web seluler dalam skenario tertentu, kami telah memperbarui pengalaman untuk memastikan konsistensi di semua platform kami,” demikian bunyi pernyataan perusahaan.

Sementara itu, dilaporkan Android Authority, YouTube sebelumnya telah meluncurkan perubahan untuk mendorong lebih banyak pengguna mendaftar untuk berlangganan Premium.

Misalnya, tindakan keras pada November lalu menyebabkan ribuan pengguna pemblokir iklan di situs tersebut percaya bahwa YouTube sedang mengalami gangguan.

Mengingat banyaknya keluhan di berbagai aplikasi, ada kemungkinan ini adalah upaya lain dari Google  untuk mencegah orang menggunakan jalan pintas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.