Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Djokovic Siap Menderita Sekali Lagi demi Torehkan Sejarah di Final Australia Open

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 06:36 WIB | Oleh:
Djokovic Siap Menderita Sekali Lagi demi Torehkan Sejarah di Final Australia Open Doc: AFP
Ket. Novak Djokovic.

MELBOURNE, AUSTRALIA — Novak Djokovic menyamakan kemenangan dramatis lima set atas Jannik Sinner di semifinal Australia Open dengan meraih satu gelar Grand Slam. Kini, petenis Serbia itu harus kembali memacu tubuhnya yang kelelahan satu kali lagi, dengan sejarah besar menantinya di final, Minggu (1/2) sore WIB.

Djokovic (38 tahun) membuat kejutan dengan menyingkirkan juara dua kali Sinner untuk mengamankan tiket ke partai puncak di Rod Laver Arena. Di sana, unggulan keempat itu akan menghadapi petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz, yang usianya terpaut 16 tahun lebih muda.

Alcaraz juga tiba di final lewat laga maraton. Petenis Spanyol berusia 22 tahun itu dipaksa bermain lima set saat menundukkan Alexander Zverev, menghabiskan lebih dari lima jam di lapangan. Kedua finalis kini sama-sama memburu tempat istimewa dalam sejarah tenis.

Bagi Djokovic, final ini menjadi kesempatan emas untuk memperpanjang rekornya dengan merebut gelar ke-11 di Melbourne, sekaligus Grand Slam ke-25 sepanjang karier. Jika berhasil, ia akan melampaui rekor legendaris Margaret Court dan menjadi petenis putra tertua yang mengangkat Norman Brookes Challenge Cup di Australian Open.

Sementara itu, Alcaraz yang telah mengoleksi enam gelar Grand Slam berambisi menjadi petenis termuda yang menyapu bersih keempat turnamen mayor dalam satu karier. Rekor tersebut sebelumnya dicapai kompatriotnya, Rafael Nadal, pada usia 24 tahun. Nadal sendiri saat ini berada di Melbourne.

“Persiapan saya sudah sebagaimana mestinya, dan saya pernah mengalahkannya di sini tahun lalu, juga lewat pertandingan yang sangat melelahkan,” kata Djokovic, yang kembali tampil di final Grand Slam untuk pertama kalinya sejak Wimbledon 2024.

“Kita lihat saja. Kita lihat seberapa segar kami berdua nanti. Dia juga menjalani laga berat, tapi dia 15–16 tahun lebih muda dari saya. Secara biologis, mungkin akan sedikit lebih mudah baginya untuk pulih.”

Djokovic terakhir kali menjuarai Grand Slam di US Open 2023. Sejak itu, dominasi panggung utama lebih banyak dipegang Sinner dan Alcaraz.

Faktor pemulihan fisik akan menjadi kunci. Alcaraz sempat mengalami kram parah saat melawan Zverev, bahkan tertinggal 3-5 di set kelima sebelum bangkit.

“Jelas kondisi tubuh saya bisa lebih baik, jujur saja, tapi itu normal setelah bermain lima setengah jam,” ujar Alcaraz, yang mengisyaratkan kemungkinan masalah pada otot adduktor.

“Mudah-mudahan tidak ada apa-apa, tetapi setelah pertandingan selama itu dengan intensitas fisik setinggi ini, otot pasti akan terasa kaku. Saya harus melakukan apa pun agar bisa tampil sebaik mungkin di final.”

Dalam rekor pertemuan, Djokovic unggul tipis 5-4 atas Alcaraz, dengan margin kemenangan yang kerap sangat tipis. Alcaraz memenangi duel terakhir mereka di US Open tahun lalu, namun Djokovic membalas di Australian Open 2025 lewat kemenangan empat set yang sarat perjuangan di perempat final.

Apa pun hasil final nanti, Alcaraz dipastikan tetap bertengger di peringkat satu dunia, diikuti Sinner di posisi kedua. Djokovic akan naik satu tingkat ke peringkat tiga, melampaui Zverev.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.