Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KNTI Dorong Penambahan SPBU Nelayan, Akses BBM Dinilai Masih Minim

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 20:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
KNTI Dorong Penambahan SPBU Nelayan, Akses BBM Dinilai Masih Minim Doc: ANTARA/ Andri Saputra
Ket. Ilustrasi - Sejumlah nelayan menyusun jerigen berisi BBM subsidi jenis pertalite ke perahunya usai pengisian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Dufa-Dufa Ternate, Maluku Utara.

JAKARTA – Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus nelayan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan aktivitas perikanan tangkap.

Akses BBM yang mudah, terjangkau, dan tepat sasaran menjadi faktor penentu biaya operasional melaut, yang secara langsung memengaruhi pendapatan nelayan.

Tanpa dukungan SPBU nelayan yang memadai, nelayan kecil berisiko bergantung pada pasokan informal dengan harga lebih tinggi dan kualitas yang tidak terjamin.

Dari sisi kebijakan publik, SPBU nelayan juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian distribusi energi subsidi agar benar-benar sampai kepada kelompok produktif.

Dengan demikian, penguatan infrastruktur SPBU nelayan tidak hanya berdampak pada efisiensi ekonomi pesisir, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas pasokan ikan nasional dan ketahanan pangan berbasis maritim.

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mengusulkan agar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan atau SPBUN dapat lebih diperbanyak.

"Ini yang juga sangat krusial adalah sedikitnya atau minimnya jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum untuk nelayan atau SPBUN," ujar Ketua Umum KNTI Dani Setiawan dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat.

Jika SPBUN ini ditambah maka penyaluran BBM untuk nelayan akan lebih mudah dan nelayan dapat memperoleh BBM di daerah yang terjangkau sehingga tidak menambah beban ongkos bagi nelayan.

"Jadi salah satu yang menyebabkan serapan BBM bersubsidi yang sangat rendah setiap tahun untuk sektor perikanan, menurut kami atau keyakinan kami, itu juga disebabkan karena titik-titik distribusi BBM bersubsidi itu sangat sedikit," kata Dani.

KNTI juga mengusulkan penyederhanaan birokrasi terhadap syarat-syarat administratif bagi para nelayan tradisional dan juga terkait dengan pengurusan untuk pendirian SPBUN.

"Ini terjadi karena adanya birokratisasi dalam pengurusan surat administrasi rekomendasi BBM bersubsidi bagi nelayan kecil. Selain mendapatkan surat rekomendasi, juga ada urusan surat kapal dan sebagainya yang sejak 3-4 tahun terakhir kami dorong agar ada semacam penyederhanaan terhadap pengurusan syarat-syarat administratif semacam ini," kata Dani.

Sebagai informasi, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebutkan keberadaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus nelayan telah menghadirkan keadilan energi hingga ke wilayah pesisir Tanah Air.

Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati menyampaikan, setelah adanya SPBU, nelayan memperoleh BBM dengan harga seusai ketetapan pemerintah dan juga lebih dekat dari tempat tinggal.

SPBU nelayan tersebut dikelola koperasi nelayan dengan dukungan kredit permodalan dari pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Megapolitan
Opsi Tutup Total TPST Banta...
Advertisement
Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.