Pemprov Diingatkan Agar Perkuat Stabilitas Harga
📅 Kamis, 29 Jan 2026, 04:50 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: istimewa
JAKARTA - Pemprov Jakarta diingatkan untuk memastikan ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harganya menjelang puasa dan Idul Fitri. “Peningkatan konsumsi masyarakat menjelang hari besar keagamaan perlu diantisipasi sejak dini agar tidak memicu lonjakan harga,” tutur Sekretaris Komisi C DPRD Jakarta, Ismail, Rabu (28/1).
Ismail secara rutin menggelar rapat koordinasi tahunan dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta BUMD pangan: Perumda Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan Perumda Pasar Jaya. Menurutnya, rapat tersebut bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesiapan Pemprov dalam menghadapi potensi peningkatan kebutuhan pangan selama puasa.
“Dari rapat kita bisa melihat persiapannya sudah cukup baik atau belum. Selain laporan dalam rapat kerja, kami juga biasanya melakukan tinjauan langsung ke lapangan,” ujar Ismail. Dia melanjutkan, kunjungan lapangan penting dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Ismail mengingatkan, jika kedua aspek tersebut tidak terkontrol dengan baik, dikhawatirkan terjadi lonjakan harga. Ismail menyampaikan, hingga kini Komisi C belum menerima laporan khusus dari dinas terkait persiapan menyambut puasa. “Nanti kita usulkan rapat khusus persiapan menyambut puasa dan Idul Fitri,” katanya.
Dia menambahkah, persiapan menyambut puasa tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai berpotensi memengaruhi ketersediaan bahan baku pangan di kota-kota besar. “Dampaknya sudah terasa. Saat ini cukup sulit mendapatkan beberapa bahan baku karena stok di daerah produsen lebih dulu untuk memenuhi kebutuhan MBG,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
11.000 Paket
Sementara itu, Perumda Dharma Jaya menargetkan dapat menyalurkan 11.770 paket pangan dalam Program Pangan Bersubsidi yang sudah dimulai 21 Januari lalu dan akan berakhir 31 Januari. Penyaluran juga untuk mengendalikan harga dan ketersediaan pangan yang terjangkau.
“Penyaluran dilakukan setiap hari di tiga lokasi milik Perumda Dharma Jaya, dengan kuota 1.070 paket per hari,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, Rabu (28/1). Paket tersebut dapat dibeli di Dharma Jaya Cakung sebanyak 670 paket. Kemudian, Rumah Potong Hewan Pulogadung (250), dan toko daging Duri Kosambi (150).
Sebaiknya Anda baca juga:
Paket pangan yang disediakan, antara lain ikan kembung (13.000 per kg), daging ayam (8.000 per ekor), daging sapi (135.000 per kg), beras (30.000 per 5 kg), telur ayam (10.000 per tray), dan susu (30.000 per karton).
Masyarakat yang berhak membeli pangan subsidi tersebut adalah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. Namun, apabila kuota masih tersisa, maka pangan subsidi itu juga dapat diberikan kepada kelompok masyarakat lainnya. Mereka adalah PJL Plus dengan gaji maksimal 1,1 kali Upah Minimum Provinsi dan terdaftar. Selain itu, juga lansia dengan kondisi ekonomi terbatas.
Kemudian, penyandang disabilitas yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, penerima Kartu Anak Jakarta, pekerja atau buruh penerima Kartu Pekerja Jakarta. Selanjutnya, penghuni rumah susun dengan kriteria yang telah ditetapkan kepala perangkat daerah bidang perumahan rakyat.
Di luar mereka, ada juga kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, serta guru non-PNS dan tenaga pendidikan non-PNS dengan gaji maksimal 1,1 kali UMP.
Sebelum membeli pangan subsidi, masyarakat yang memenuhi kriteria terlebih dulu harus mendaftar antrean melalui laman antreanpangansub.dharmajaya.co.id. Masyarakat yang mengantre wajib membawa fotokopi kartu keluarga, kartu ATM, dan KTP asli sesuai dengan data yang didaftarkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!