Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Perketat Cadangan Devisa, Sinyal Kuat Jaga Kepercayaan Pasar

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Perketat Cadangan Devisa, Sinyal Kuat Jaga Kepercayaan Pasar Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja
Ket. Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Dalam menghadapi kondisi global yang penuh ketidakpastian, cadangan devisa juga dikelola secara berhati-hati sebagai penyangga utama stabilitas ekonomi.

Karenanya, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengelolaan cadangan devisa dengan memerhatikan perkembangan suku bunga global, nilai tukar dollar AS, serta imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) guna menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas perekonomian nasional.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman, sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (29/1), menyampaikan bahwa penerapan paradigma baru dalam pengelolaan cadangan devisa mendukung sinergi kebijakan nasional yang transformatif melalui nilai tukar yang stabil dan resiliensi sektor eksternal.

Untuk menjaga stabilitas dan mempercepat pertumbuhan yang semakin tinggi, bauran kebijakan transformasi ekonomi diperkuat melalui lima sinergi strategis.

Strategi dimaksud antara lain stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, percepatan hilirisasi industri, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan pembiayaan perekonomian dan pasar keuangan, serta akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional yang didukung kerja sama bilateral dan regional.

“Sinergi ini mencerminkan kesamaan visi dan langkah kebijakan yang terarah untuk mendorong transformasi ekonomi nasional, dan ke depan perlu terus diperkuat," kata Aida.

Adapun BI juga terus mengimplementasikan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, serta pengembangan UMKM dan ekonomi syariah guna menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Global Head of Asset Allocation Invesco Paul Jackson menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan yang relatif baik.

Menurutnya, pengelolaan cadangan devisa yang berhati-hati dengan pendekatan investasi yang lebih adaptif menjadi kunci menjaga stabilitas di tengah volatilitas global.

Peran cadangan devisa sebagai penyangga perekonomian serta perlunya paradigma baru dalam investasi global di tengah ketidakpastian menjadi sorotan dalam seminar internasional yang menjadi rangkaian Forum Investasi Tahunan (FIT) Bank Indonesia 2026.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan, Indonesia dipandang memiliki prospek investasi yang solid dan atraktif, dengan peluang mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2026-2027.

Optimisme tersebut antara lain didukung oleh penerapan paradigma investasi baru dalam pengelolaan cadangan devisa yang sesuai dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

BI pun menegaskan, pengelolaan cadangan devisa dilakukan secara lebih adaptif dan berhati-hati, didukung oleh pemanfaatan teknologi yang relevan guna memperkuat kepercayaan investor serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah dinamika global.

Adapun seminar internasional yang diselenggarakan pada 29-30 Januari 2026, di Bali, ini dihadiri oleh perwakilan institusi keuangan internasional, lembaga kustodian dan counterparty internasional, perbankan, serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.