Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani di Jakut Gagal Panen, Belasan Hektare Sawah Terendam Banjir

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 12:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani di Jakut Gagal Panen, Belasan Hektare Sawah Terendam Banjir Doc: ANTARA
Ket. Banjir merendam sawah di Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (28/1/2026).

JAKARTA – Belasan hektare sawah di Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir hingga menyebabkan tanaman padi rusak dan petani terancam gagal panen.

Salah satu petani yang bernama Narsih mengatakan banjir telah merendam sawah setinggi 60 sentimeter (cm) hingga satu meter lebih.

"Ya, begini, banjir. Ini segini (menunjukkan ukuran banjir setinggi dada). Kelelep sawah terendam soalnya, satu meter lebih," kata Narsih di Jakarta Utara, Rabu (28/1).

Menurut dia, banjir tersebut membuat proses pengambilan padi jauh lebih sulit dibandingkan saat cuaca cerah atau musim kemarau, karena petani harus masuk ke dalam air untuk mengambil padi yang siap panen.

"Sulit sekali. Enakan lagi kering. Kalau sekarang banjir begini, ambil padinya harus masuk dulu ke dalam air," ujar Narsih.

Dia menambahkan sebagian besar padi mengalami kerusakan akibat terendam air dalam waktu lama, dan ini berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi petani.

"Rusak. Keadaan petani sekarang lagi anjlok," ucap Narsih.

Dia menyebutkan hujan deras yang turun selama beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama banjir.

Meski terdapat saluran air atau irigasi di sekitar sawah, volume air hujan yang tinggi membuat sistem pembuangan tidak mampu menampung aliran air.

"Saluran air ada, tapi hujannya banyak dan deras dari darat, jadi pembuangannya nggak nampung," jelas Narsih.

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan area sawah yang terdampak banjir cukup luas.

"Banyak yang terdampak, tanaman padi jadi pada rusak," ucap Narsih.

Dia pun mengharapkan perhatian dan penanganan dari pihak terkait untuk memperbaiki sistem drainase agar banjir tidak terus berulang dan merugikan petani di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau warga yang bermukim di kawasan pesisir Pantai Utara Jakarta agar waspada terhadap potensi banjir pesisir atau rob hingga 3 Februari 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.