Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KNKT Ungkap Fakta: Bukan Mesin, Kelalaian Manusia Masih Jadi Biang Kecelakaan

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 16:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
KNKT Ungkap Fakta: Bukan Mesin, Kelalaian Manusia Masih Jadi Biang Kecelakaan Doc: ANTARA FOTO/ Prasetia Fauzani.
Ket. Sejumlah petugas mengevakuasi Kereta Api Kertanegara yang mengalami kecelakaan di Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (10/3/2025).

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab dominan dalam berbagai kecelakaan transportasi lintas moda yang diinvestigasi sepanjang 2025.

Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan keselamatan tidak semata berkaitan dengan aspek teknis sarana dan prasarana, melainkan erat dengan kualitas sumber daya manusia, kepatuhan terhadap prosedur, serta budaya keselamatan yang belum terbentuk secara konsisten.

Dominasi human error mengindikasikan perlunya penguatan sistem pelatihan, pengawasan operasional, serta evaluasi menyeluruh terhadap standar kerja di seluruh moda transportasi.

Tanpa pembenahan pada aspek manusia, peningkatan teknologi dan infrastruktur berisiko tidak menghasilkan perbaikan signifikan terhadap tingkat keselamatan nasional.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan temuan tersebut terlihat konsisten pada kecelakaan jalan raya, pelayaran, hingga penerbangan, meski karakter risikonya berbeda di setiap moda.

“Dalam banyak kasus, faktor manusia masih menjadi kontribusi terbesar, baik terkait kelelahan, kelalaian, maupun ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan,” kata Soerjanto dalam acara "Media Rilis Capaian Kinerja KNKT 2025" di Jakarta, Rabu (28/1).

Pada moda lalu lintas dan angkutan jalan, KNKT menginvestigasi sembilan kecelakaan sepanjang 2025 dengan korban luka-luka sebanyak 69 orang.

KNKT mencatat kegagalan sistem pengereman atau yang dikenal di masyarakat sebagai 'rem blong', masih menjadi pola berulang pada kecelakaan kendaraan angkutan umum dan angkutan barang.

Selain itu, pengawasan terhadap kondisi kendaraan dan pemenuhan administrasi keselamatan dinilai belum berjalan optimal, termasuk uji kelayakan kendaraan secara berkala.

Investigator Lalu Lintas dan Angkutan Jalan KNKT Dwi Bakti Permana menjelaskan bahwa banyak kecelakaan jalan melibatkan kendaraan dengan kondisi teknis yang tidak layak jalan.

“Kami menemukan kendaraan yang tidak memenuhi uji berkala, bahkan ada dokumen kelulusan uji yang keasliannya diragukan,” ujar Dwi.

Di sektor pelayaran, KNKT mencatat delapan investigasi kecelakaan sepanjang 2025, dengan mayoritas masuk kategori kecelakaan serius, termasuk kapal tenggelam dan terbakar.

Masalah kelebihan muatan kapal atau overdraft serta lemahnya pencatatan penumpang dalam daftar manifes masih menjadi temuan berulang dalam investigasi pelayaran.

Plt. Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran Capt. Anggiat PTP Pandiangan mengatakan kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat kapal menghadapi cuaca buruk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.