KNKT Ungkap Fakta: Bukan Mesin, Kelalaian Manusia Masih Jadi Biang Kecelakaan
📅 Rabu, 28 Jan 2026, 16:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Prasetia Fauzani.
JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab dominan dalam berbagai kecelakaan transportasi lintas moda yang diinvestigasi sepanjang 2025.
Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan keselamatan tidak semata berkaitan dengan aspek teknis sarana dan prasarana, melainkan erat dengan kualitas sumber daya manusia, kepatuhan terhadap prosedur, serta budaya keselamatan yang belum terbentuk secara konsisten.
Dominasi human error mengindikasikan perlunya penguatan sistem pelatihan, pengawasan operasional, serta evaluasi menyeluruh terhadap standar kerja di seluruh moda transportasi.
Tanpa pembenahan pada aspek manusia, peningkatan teknologi dan infrastruktur berisiko tidak menghasilkan perbaikan signifikan terhadap tingkat keselamatan nasional.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan temuan tersebut terlihat konsisten pada kecelakaan jalan raya, pelayaran, hingga penerbangan, meski karakter risikonya berbeda di setiap moda.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dalam banyak kasus, faktor manusia masih menjadi kontribusi terbesar, baik terkait kelelahan, kelalaian, maupun ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan,” kata Soerjanto dalam acara "Media Rilis Capaian Kinerja KNKT 2025" di Jakarta, Rabu (28/1).
Pada moda lalu lintas dan angkutan jalan, KNKT menginvestigasi sembilan kecelakaan sepanjang 2025 dengan korban luka-luka sebanyak 69 orang.
KNKT mencatat kegagalan sistem pengereman atau yang dikenal di masyarakat sebagai 'rem blong', masih menjadi pola berulang pada kecelakaan kendaraan angkutan umum dan angkutan barang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pengawasan terhadap kondisi kendaraan dan pemenuhan administrasi keselamatan dinilai belum berjalan optimal, termasuk uji kelayakan kendaraan secara berkala.
Investigator Lalu Lintas dan Angkutan Jalan KNKT Dwi Bakti Permana menjelaskan bahwa banyak kecelakaan jalan melibatkan kendaraan dengan kondisi teknis yang tidak layak jalan.
“Kami menemukan kendaraan yang tidak memenuhi uji berkala, bahkan ada dokumen kelulusan uji yang keasliannya diragukan,” ujar Dwi.
Di sektor pelayaran, KNKT mencatat delapan investigasi kecelakaan sepanjang 2025, dengan mayoritas masuk kategori kecelakaan serius, termasuk kapal tenggelam dan terbakar.
Masalah kelebihan muatan kapal atau overdraft serta lemahnya pencatatan penumpang dalam daftar manifes masih menjadi temuan berulang dalam investigasi pelayaran.
Plt. Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran Capt. Anggiat PTP Pandiangan mengatakan kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat kapal menghadapi cuaca buruk.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!