Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Profil 8 Anggota Dewan Energi Nasional dari Unsur Pemangku Kepentingan

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 16:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sebagai satu-satunya yang berasal dari kalangan teknologi, Dr Ir Unggul Priyanto memiliki kepakaran di bidang teknologi dan energi dengan pengalaman panjang dalam pengembangan kebijakan, riset, dan penerapan teknologi strategis nasional.

Ia lahir di Malang, Jawa Timur, dengan latar belakang akademik yang kuat dan lintas disiplin di bidang teknik, khususnya teknologi energi.

Kepakarannya ihwal teknologi energi merupakan buah dari pendidikan yang ditempuhnya di berbagai institusi terkemuka dunia, yaitu gelar Doktor di bidang Material dari Kyushu University, Jepang; gelar Magister Teknik Kimia dari University of Leeds, Inggris; serta gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Kombinasi pendidikan ini membentuk fondasi keilmuan yang kokoh dalam riset, rekayasa, dan inovasi teknologi.

Dalam karier profesionalnya, sosok kelahiran 1958 ini pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada periode 2014–2019.


Lingkungan Hidup

Tak hanya Unggul Priyanto, Dr Ir Saleh Abdurrahman juga merupakan perwakilan tunggal untuk kalangan yang berbeda. Saleh merupakan pemangku kepentingan yang berasal dari kalangan lingkungan hidup.

Saleh merupakan ahli di bidang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan dengan pengalaman panjang di sektor energi dan pemerintahan. Lahir di Ampenan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 1963, ia menempuh pendidikan Doktoral di bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Institut Pertanian Bogor.

Dalam perjalanan kariernya, Saleh telah mengemban berbagai jabatan strategis, seperti Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi periode 2021–2025. Saat ini, ia berkiprah sebagai Wakil Ketua Umum Masyarakat Energi Biomassa Indonesia dan anggota Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia.


Konsumen

Tak kalah penting dari empat kalangan sebelumnya, konsumen mewakili sebagian besar masyarakat Indonesia yang menggunakan energi. Posisi tersebut diisi oleh Dr Muhammad Kholid Syeirazi dan Dr Ir Surono.

Muhammad Kholid Syeirazi merupakan akademisi dan praktisi kebijakan energi kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah pada tahun 1979, dengan fokus keilmuan pada tata kelola kebijakan publik dan ketahanan energi nasional. Ia menyelesaikan pendidikan Doktoral di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, tempatnya berkiprah sebagai dosen dan peneliti.

Minat dan keahlian Dr Muhammad Kholid Syeirazi di bidang ketahanan energi dan kebijakan energi, khususnya tata kelola minyak dan gas bumi, tercermin secara konsisten dalam karya-karya intelektual, riset kebijakan, serta partisipasi aktifnya dalam berbagai forum nasional yang membahas isu strategis energi dan pembangunan berkelanjutan.

Kemudian, dilantik juga Dr Ir Surono yang merupakan pakar geofisika dan mitigasi bencana kelahiran Sidareja, Jawa Tengah pada tahun 1955. Pendidikan tingginya ditempuh di Prancis, dengan meraih gelar Doktor Geofisika dari Université de Chambéry, serta gelar Master Geofisika dan Lingkungan dari Université de Grenoble.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.