Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mensesneg: Pemerintah Berikan Perhatian Serius Longsor Cisarua, Peringatan Dini Harus dari Hulu hingga Hilir

📅 Senin, 26 Jan 2026, 13:52 WIB | Oleh:
Mensesneg: Pemerintah Berikan Perhatian Serius Longsor Cisarua, Peringatan Dini Harus dari Hulu hingga Hilir Doc: antara foto
Ket. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah menaruh perhatian serius terhadap banjir dan longsor yang melanda wilayah Cisarua, Bandung Barat.

Hal ini disampaikan Mensesneg usai menghadiri Rapat Kerja sama Komisi XIII di Kompleks Parlemen DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (26/1). Ia menyampaikan kejadian di Cisarua menjadi pengingat pentingnya langkah antisipatif terhadap dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

"Kami juga sekali lagi turut berduka cita kembali terjadi longsor di Cisarua, Bandung Barat yang menyebabkan jatuh korban. Ini juga bagian dari yang ke depan kita diminta bagaimana mengantisipasi perubahan iklim, perubahan cuaca, termasuk mengedukasi kepada masyarakat, early warning system dari hulu sampai ke hilir," ujar Prasetyo.

Terkait dengan rencana pembentukan tim penanganan banjir di Pulau Jawa, Prasetyo menyebut koordinasi lintas kementerian telah berjalan. Sejumlah pertemuan awal juga telah dilakukan secara informal.

Menurutnya, pembentukan tim ini tidak dilakukan dari nol, mengingat beberapa kementerian telah memiliki rancangan dan desain penanganan banjir yang saling melengkapi.

Selain itu, pemerintah ingin seluruh rencana tersebut disatukan dalam kerangka kerja yang terintegrasi.

"Di beberapa kementerian itu sudah ada rencana-rencana atau desain-desain untuk mencari penyelesaian secara terintegralistik lah, dari hulu ke hilir," jelasnya.

Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan bahwa pemerintah juga menyoroti gangguan infrastruktur transportasi yang disebabkan oleh banjir dan longsor.

Ia menyebutkan terdapat 16 titik rawan genangan di jalur kereta api wilayah utara Jawa yang kerap tergenang saat curah hujan tinggi, sehingga mengganggu layanan transportasi.

"Jadi ada 16 titik di utara Jawa jalur kereta api yang setiap curah hujan tinggi, dia akan tergenang dan mengganggu layanan masyarakat kita yang menggunakan transportasi kereta api. Jadi pengin nya ini bisa terintegralistik gitu," imbuh Prasetyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Bek Arsenal, Jurrien Timber...

Berapa Ranking FIFA Indonesia Jika Menang Melawan Mozambik?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Berapa Ranking FIFA Indones...
Nasional
Pertamina Pastikan Pasokan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Berapa Ranking FIFA Indonesia Jika Menang Melawan Mozambik?

Berapa Ranking FIFA Indonesia Jika Menang Melawan Mozambik?

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.