Australia akan Musnahkan Kawanan Anjing Dingo yang Terlibat dalam Kematian Tragis Turis Kanada di Pulau K'gari
📅 Senin, 26 Jan 2026, 07:06 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBayi Azaria Chamberlain tewas dimangsa anjing liar (dingo) di dekat Alice Springs, di Wilayah Utara, pada tahun 1980. Ibunya, Lindy Chamberlain, didakwa secara tidak adil atas kematian putrinya, seperti yang digambarkan dalam film A Cry in the Dark.
Pada tahun 2001, seekor dingo K'gari membunuh Clinton Gage yang berusia 9 tahun, memicu pembantaian kontroversial terhadap hewan tersebut. Sekitar 30 ekor hewan dimusnahkan dalam sebuah tindakan yang dilabeli "tidak logis" oleh pemerintah federal dan ditentang oleh para pemerhati lingkungan .
Pemerintah negara bagian sejak itu telah menetapkan berbagai langkah lain untuk melindungi masyarakat dari hewan-hewan tersebut, seperti pagar dan rambu peringatan, tetapi hewan-hewan tertentu terkadang dimusnahkan.
Suku Butchulla dan para pemerhati lingkungan telah lama menyalahkan pariwisata sebagai penyebab serangan di pulau tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komite penasihat warisan dunia K'gari memperingatkan Februari lalu bahwa ekologi pulau itu berisiko "dihancurkan" oleh "pariwisata berlebihan". Namun Powell secara konsisten menolak proposal yang akan membatasi jumlah pengunjung.
Dosen senior Universitas Central Queensland, Bradley Smith, mengatakan keputusan itu tidak rasional dan akan berdampak "menghancurkan" pada ekologi populasi tersebut, yang menurutnya berada di jalur menuju kepunahan dalam 50 hingga 100 tahun.
“Setiap kali Anda menghilangkan satu individu, dan terutama seluruh keluarga, maka Anda menghilangkan seluruh genetika mereka dari populasi mereka yang sudah terbatas. Jadi itu benar-benar bencana bagi populasi dingo,” katanya.
Smith mengatakan bahwa mengurangi variasi genetik akan membuat hewan lebih rentan terhadap penyakit dan perkawinan sedarah. Dia mengatakan hal itu tidak akan berpengaruh pada keselamatan.
“Kecuali jika Anda memperbaiki perilaku manusia di pulau ini terhadap anjing liar, maka masalah ini tidak akan pernah terselesaikan,” katanya.
“Jadi ini (serangan dingo) akan terjadi lagi”.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!