Liga Inggris: Masa Depan Frank Kembali Dipertanyakan usai Spurs Tersandung, Liverpool Tumbang
📅 Minggu, 25 Jan 2026, 06:37 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
LONDON, INGGRIS s — Masa depan Thomas Frank di Tottenham Hotspur kembali berada di bawah sorotan tajam. Pelatih asal Denmark itu mendapat desakan baru dari suporter setelah Spurs hanya bermain imbang 2-2 di markas Burnley, tim papan bawah Liga Inggris, Minggu (25/1) dini hari WIB. Di laga lain, Liverpool harus mengakhiri laju panjang tak terkalahkan mereka setelah takluk dramatis dari Bournemouth.
Di pertandingan lainnya, Manchester City meraih kemenangan penting 2-0 atas juru kunci Wolves untuk memangkas jarak menjadi empat poin dari pemuncak klasemen Arsenal, yang dijadwalkan menjamu Manchester United asuhan Michael Carrick pada hari Minggu malam.
Tekanan terhadap Frank kian berat meski ia baru tujuh bulan menukangi Spurs. Pelatih berusia 51 tahun itu dinilai gagal menghentikan tren negatif yang membuat klub London Utara terus melorot di klasemen.
Frank sempat bernapas lega setelah kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund di Liga Champions tengah pekan lalu, hasil yang menjaga langkah Tottenham tetap meyakinkan di Eropa. Namun, performa domestik Spurs justru jauh dari kata stabil.
Gol sundulan kapten Cristian Romero pada menit ke-90 menyelamatkan satu poin bagi Tottenham di Turf Moor. Namun hasil itu tak cukup meredakan kekecewaan suporter yang terus menunjukkan ketidaksabaran mereka terhadap Frank.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tottenham sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Micky van de Ven. Akan tetapi, Burnley membalikkan keadaan melalui Axel Tuanzebe dan Lyle Foster yang masuk sebagai pemain pengganti.
Sebagian besar pendukung tandang Spurs secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan mereka. Frank bersikukuh timnya bekerja “sangat keras”, meski fakta di klasemen berkata lain.
Tottenham kini menjalani lima laga liga tanpa kemenangan sepanjang 2026 dan terpuruk di peringkat ke-14, hanya berjarak delapan poin dari zona degradasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya yakin mereka bisa melihat, terutama di babak pertama, ada peningkatan,” ujar Frank, mantan pelatih Brentford.
“Kami seharusnya bisa unggul jauh. Tapi mereka juga melihat kemauan dan karakter tim yang terus berlari dan berjuang sampai akhir. Kami hanya harus terus berjalan. Banyak hal sudah kami lakukan dengan benar, tetapi jelas hasilnya belum mudah kami dapatkan.”
Di tempat lain, Mohamed Salah kembali menjadi starter Liverpool di Liga Inggris untuk pertama kalinya sejak November. Namun kembalinya pemain bintang itu tak cukup menyelamatkan tim asuhan Arne Slot dari kekalahan di pantai selatan Inggris.
Liverpool tertinggal 0-2 lebih dulu akibat gol Evanilson dan Alex Jimenez. Virgil van Dijk sempat memperkecil ketertinggalan di masa tambahan waktu babak pertama.
Dominik Szoboszlai kemudian tampak menjadi penyelamat ketika melepaskan tembakan indah pada menit ke-80 untuk menyamakan skor. Namun Bournemouth belum selesai. Amine Adli mencetak gol penentu kemenangan 3-2 di detik-detik akhir laga setelah kemelut di kotak penalti, memicu euforia luar biasa di stadion.
“Saya sangat kecewa,” kata Van Dijk kepada Sky Sports. “Kebobolan di menit terakhir sangat sulit diterima. Kami bekerja keras di babak kedua untuk kembali ke pertandingan.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!