Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hujan Tak Berhenti, Majalengka Dilanda 26 Bencana: Banjir, Longsor, hingga Pohon Tumbang

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 17:58 WIB | Oleh:
Hujan Tak Berhenti, Majalengka Dilanda 26 Bencana: Banjir, Longsor, hingga Pohon Tumbang Doc: ANTARA/HO-BPBD Majalengka.
Ket. Petugas dari BPBD saat melaksanakan asesmen terkait kejadian bencana di Majalengka, Jawa Barat, Minggu (25/1).

MAJALENGKA - Cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi memicu 26 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka pun mengerahkan seluruh perangkat terkait untuk penanganan darurat guna memastikan keselamatan warga.

Bupati Majalengka Eman Suherman dalam keterangannya di Majalengka, Minggu, mengatakan seluruh perangkat daerah terkait telah diinstruksikan bergerak cepat untuk penanganan kedaruratan guna memastikan keselamatan warga terdampak.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat dan terkoordinasi dalam penanganan kedaruratan akibat cuaca ekstrem,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, 26 kejadian bencana tersebut tersebar di sejumlah kecamatan.

Eman menyebutkan jenis bencana yang terjadi meliputi banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang yang berdampak pada permukiman warga serta infrastruktur.

Menurut dia, langkah penanganan meliputi evakuasi warga, pemantauan wilayah rawan, pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor, serta pendataan dampak kerusakan.

Selain penanganan darurat, pihaknya telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk menangani infrastruktur terdampak banjir dan longsor.

“Kami pun mengerahkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP3) untuk melakukan pendataan lahan pertanian yang terdampak banjir,” katanya.

Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan sawah yang terdampak banjir berada di sejumlah kecamatan seperti di Jatitujuh, Kertajati, Ligung, Sumberjaya, Dawuan, Kasokandel, Cikijing, dan Cingambul.

Ia menyebut luas lahan pertanian yang terdampak mencapai ratusan hektare, serta saat ini masih dalam proses pendataan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Tamim memastikan hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa akibat rangkaian bencana tersebut.

Namun demikian, ia menyebut sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan beberapa akses jalan tertutup material longsor, sementara potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Januari 2026.

“Tim kami masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.