Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada yang Untung Juga di Tengah Bencana Banjir

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 12:18 WIB | Oleh:
Ada yang Untung Juga di Tengah Bencana Banjir Doc: ant
Ket. produk ikan

TANAH DATAR – Banjir banyak meluluhlantakkan. Namun, ada juga yang beruntung di tengah situasi seperti itu. Contohnya, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) penggorengan ikan bilih atau ikan endemik Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

Mereka menerima lonjakan pasokan dari nelayan pascabanjir bandang yang terjadi di akhir November 2025. "Syukurlah, setelah galodo alias banjir bandang, pasokan ikan dari nelayan meningkat pesat," kata pemilik UMKM penggorengan ikan bilih, Nasir di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Minggu.

Nasir mengatakan dalam beberapa hari terakhir ia bahkan menerima pasokan ikan endemik tersebut hingga 200 kilogram. Jumlah itu meningkat drastis dari hari biasanya yang hanya berkisar 10 hingga 15 kilogram.

Di awal-awal bencana terjadi, ia sempat tidak menerima pasokan ikan dari para nelayan sekitaran Danau Singkarak karena kualitas ikan yang kurang bagus. Sebab, beberapa kali ikan yang diterima dari nelayan, daging ikan terasa agak pahit setelah digoreng.

Kini, dua bulan setelah bencana berlalu kualitas ikan bilih hasil tangkapan nelayan di Danau Singkarak sudah kembali bagus dan terasa gurih. Ia menduga hal tersebut bisa saja dipengaruhi oleh aliran sungai yang tercemar akibat banjir bandang.

Nasir mengaku produksi UMKM ikan bilih goreng miliknya tidak hanya dijual di sekitaran Danau Singkarak tetapi sudah menyasar ke Kota Payakumbuh, Kota Dumai hingga Depok, Provinsi Jawa Barat.

Untuk harga beli dan jual ikan bilih tergantung kepada ketersediaan ikan dari para nelayan. Jika pasokan sedang banyak, ia menebus Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram dari nelayan.

Namun, jika hasil tangkapan nelayan tidak begitu banyak atau ikan sulit didapatkan, maka harga beli ke nelayan bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram. Kondisi tersebut akan berdampak langsung kepada nilai jual ikan bilih goreng di sejumlah pusat oleh-oleh.

Sementara itu, Evi, salah seorang pekerja di UMKM penggorengan ikan bilih milik Nasir mengatakan sudah menekuni pekerjaan itu sejak satu tahun terakhir. Ia mendapatkan upah sebesar Rp5 ribu setiap satu kilogram ikan bilih yang sudah dibersihkan.

"Jadi, kita di sini digaji sesuai dengan berapa banyak ikan yang bisa kita bersihkan termasuk proses pengorengannya," ujar dia.

Rata-rata dalam sehari ia bersama pekerja lainnya bisa mendapatkan upah Rp50 ribu hingga Rp70 ribu, atau tergantung dari banyaknya ikan bilih yang berhasil ia bersihkan sebelum digoreng.

"Selain di sini, saya juga bekerja di tempat lain untuk membersihkan ikan bilih, tergantung dari pesanan pemilik UMKM," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.