Trump Luncurkan Dewan Perdamaian dan Rencana Gaza Baru
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 01:30 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP/Fabrice Coffrini
DAVOS - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Kamis (22/1) meluncurkan Dewan Perdamaian barunya di Davos, Swiss, dengan kembali menampilkan dirinya sebagai pembawa perdamaian global meskipun ada skeptisisme luas atas rencana yang bertujuan untuk menulis ulang tatanan global.
Para pejabat Trump juga mengungkap rencana ambisius untuk Gaza Baru selama upacara di Forum Ekonomi Dunia, dengan pemimpin AS tersebut menggambarkan wilayah Palestina yang hancur itu sebagai lahan yang sangat berharga.
Dewan tersebut dibentuk setelah Trump menyatakan kekecewaannya karena gagal memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian dan meningkatkan tuduhannya bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa telah gagal menyelesaikan sejumlah konflik internasional.
"Ini sungguh menggembirakan," kata Trump saat ia didampingi para pemimpin dan pejabat dari 19 negara di atas panggung untuk menandatangani piagam pendirian Dewan Perdamaian di resor ski Swiss.
"Dewan ini memiliki peluang untuk menjadi salah satu badan paling berpengaruh yang pernah dibentuk," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dewan Perdamaian, yang diketuai oleh Trump, awalnya dimaksudkan untuk mengawasi gencatan senjata Gaza dan rekonstruksi Jalur Gaza setelah perang antara Hamas dan Israel. Namun, tujuannya kemudian berubah menjadi penyelesaian berbagai macam konflik internasional, yang memicu kekhawatiran bahwa presiden AS ingin menciptakan saingan bagi PBB.
Namun, negara-negara diminta untuk membayar US$1 miliar untuk keanggotaan tetap di dewan tersebut. Dan undangan untuk Vladimir Putin dari Russia, yang negaranya menginvasi Ukraina pada tahun 2022, telah memicu kontroversi.
Sekutu utama AS, termasuk Prancis dan Inggris, telah menyatakan keraguan, dengan London mengatakan pada Kamis bahwa mereka tidak akan menghadiri upacara tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, Trump mengatakan kepada para elite global yang berkumpul di resor pegunungan Swiss bahwa organisasi tersebut akan bekerja bersama-sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sebagian besar upacara tersebut didedikasikan untuk membahas rencana-rencana pemerintah untuk Gaza yang hancur.
Administrator Gaza yang baru diangkat mengatakan dalam pesan video bahwa penyeberangan perbatasan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza akan dibuka kembali di kedua arah pekan depan.
Kemudian menantu Trump, Jared Kushner, seorang mantan pengembang properti seperti presiden, memperlihatkan slide yang ia sebut sebagai rencana induk untuk rekonstruksinya.
Slide-slide tersebut mencakup peta pemukiman baru di Jalur Gaza dan ilustrasi artistik hotel dan apartemen tepi laut yang berkilauan dengan judul "Gaza Baru".
"Ini bisa menjadi sebuah harapan. Ini bisa menjadi sebuah tujuan," kata Kushner.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!