Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Likuiditas Perekonomian Meningkat, BI Umumkan Uang Beredar M2 Tembus Rp10.133 Triliun!

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 15:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Likuiditas Perekonomian Meningkat, BI Umumkan Uang Beredar M2 Tembus Rp10.133 Triliun! Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja
Ket. Petugas menunjukkan uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta.

JAKARTA – Pertumbuhan tinggi uang beredar M2 pada Desember 2025 mencerminkan meningkatnya likuiditas dalam perekonomian, yang didorong oleh ekspansi kredit perbankan, peningkatan simpanan masyarakat, dan stimulus fiskal atau moneter.

Lonjakan M2 dapat mendorong konsumsi dan investasi jangka pendek, tetapi juga perlu diawasi agar tidak memicu tekanan inflasi atau ketidakseimbangan sektor keuangan, sehingga pengelolaan likuiditas yang hati-hati menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh lebih tinggi, yakni 9,6 persen (year on year/yoy) mencapai Rp10.133,1 triliun.

“Pada Desember 2025, M2 tumbuh sebesar 9,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 8,3 persen (yoy) sehingga mencapai Rp10.133,1 triliun,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/1).

Lebih lanjut, BI menyampaikan bahwa perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,0 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,5 persen (yoy).

Perkembangan M2 pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan perkembangan penyaluran kredit.

Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 13,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 8,7 persen (yoy).

Adapun penyaluran kredit pada Desember 2025 tumbuh sebesar 9,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 7,9 persen (yoy).

Dalam hal ini, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk pinjaman (loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker's acceptances), dan tagihan repo.

Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 8,9 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 9,7 persen (yoy).

BI juga mencatat perkembangan uang primer (M0) adjusted yang pada Desember 2025 tumbuh 16,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,3 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.367,8 triliun.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 35,1 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 12,9 persen (yoy).

Berdasark­an faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.