Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Dinilai Bisa Jadi Penyambung Aspirasi Palestina di Dewan Perdamaian

3 Jumat, 23 Jan 2026, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Dinilai Bisa Jadi Penyambung Aspirasi Palestina di Dewan Perdamaian Indonesia Dinilai Bisa Jadi Penyambung Aspirasi Palestina di Dewan Perdamaian Doc: ANTARA
Ket. Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) di samping Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

JAKARTA - Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Muhammad Syaroni Rofii menilai bahwa Indonesia dapat berperan sebagai jembatan untuk aspirasi pihak Palestina di Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP).

"Bagian yang substantial Indonesia perlu menjadi penyambung aspirasi pihak Palestina di Dewan Perdamaian Gaza," kata Syaroni di Jakarta pada Jumat (23/1).

Syaroni menjelaskan bahwa pada sisi teknis ada dua hal yang potensial yang dapat ditawarkan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza.

Pertama, sebagai penopang untuk keperluan pasukan perdamaian, mengingat misi utama Board of Peace demiliterisasi dan rekonstruksi dan kedua, menyediakan kebutuhan infrastruktur berupa tenaga kerja dan peralatan dengan melibatkan BUMN yang ada.

Ia menilai bahwa keterlibatan Indonesia dalam dewan tersebut membawa sejumlah manfaat. Jika dicermati, katanya, tawaran yang disampaikan Donald Trump melalui BoP tampak sebagai exit strategy atas konflik Israel–Palestina.

Dengan demikian, negara-negara yang tergabung dalam Dewan tersebut akan memiliki privilege atau hak istimewa untuk menjadi bagian dari sejarah perdamaian Timur Tengah.

"Tentunya, hal ini berdampak positif bagi citra diplomasi internasional Indonesia," ucapnya.

BoP merupakan badan internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik.

Presiden RI Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin dunia yang menandatangani Board of Peace Charter dalam rangkaian World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1).

Seusai penandatanganan, Presiden Prabowo menilai kehadiran BoP sebagai momentum penting bagi upaya perdamaian global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Serangan Siber Ganggu Siste...

Stok Cadangan Beras Nasional Capai 4,5 Juta Ton

26 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Stok Cadangan Beras Nasiona...

Uji Publik Calon Anggota KND

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Uji Publik Calon Anggota KND

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Pemerintah Siapkan Stimulus...
Ekonomi
Perkembangan Inflasi Indone...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.