Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dedi Bikin Gebrakan: Puluhan BUMD Jabar Mau Dilebur Sekaligus Pekan Depan

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 07:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dedi Bikin Gebrakan: Puluhan BUMD Jabar Mau Dilebur Sekaligus Pekan Depan Doc: ANTARA/ Ricky Prayoga
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan usai diskusi mengenai Danantara di Bandung, Kamis (22/1/2026).

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran terhadap seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan skema pembentukan super holding yang akan mulai dijalankan pekan depan.

Kebijakan ini menandai perubahan mendasar dalam tata kelola perusahaan daerah yang selama ini dinilai tidak efisien dan minim akuntabilitas.

Langkah radikal tersebut diarahkan untuk mengakhiri keberadaan “BUMD hantu”, yakni entitas yang secara administratif masih tercatat namun tidak memiliki kegiatan usaha nyata maupun kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Melalui integrasi ke dalam satu holding, pemerintah provinsi ingin memastikan seluruh BUMD berada dalam satu sistem pengawasan, manajemen, dan standar kinerja yang terukur.

Selain aspek efisiensi, kebijakan ini juga mengandung pesan politik yang kuat. Dedi menegaskan pemutusan praktik lama penempatan tim sukses kepala daerah ke posisi direksi atau komisaris BUMD, yang selama ini kerap menjadi sumber konflik kepentingan dan melemahkan profesionalisme.

Dengan struktur super holding, rekrutmen manajemen diharapkan berbasis kompetensi dan kinerja, bukan kedekatan politik.

Jika berjalan konsisten, restrukturisasi ini berpotensi meningkatkan daya saing BUMD Jawa Barat sekaligus memperbaiki kepercayaan publik terhadap pengelolaan aset daerah.

Namun, efektivitas kebijakan tersebut akan sangat ditentukan oleh keberanian pemerintah provinsi menjaga independensi manajemen holding dari intervensi politik di tahap implementasi.

"Minggu depan sudah ada MoU. Seluruh BUMD di Jawa Barat akan digabungkan menjadi satu BUMD, di luar Bank Jabar Banten (BJB). Jadi nanti hanya ada dua, BJB dan satu BUMD holding. Tidak berantakan seperti sekarang,” ujar Dedi Mulyadi dalam diskusi terkait Danantara di Bandung, Kamis (22/1).

Dedi menegaskan, konsep ini mengadopsi sistem Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang diterapkan di tingkat nasional. Ia menilai, konsolidasi adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan aset strategis daerah senilai Rp4 triliun yang selama ini dianggap tidak menghasilkan keuntungan nyata bagi kas daerah.

Dalam keterangannya, Dedi secara terbuka membedah salah satu praktik inefisiensi yang ia temukan, yakni skema sewa mobil listrik oleh salah satu BUMD kepada pemerintah provinsi dengan nilai mencapai Rp350 juta per unit tiap tahunnya.

"Itu dalam satu tahun menghabiskan Rp11 miliar lebih. Saya coret sekarang, karena bodohnya luar biasa. Tetapi BUMD-nya sampai sekarang enggak ada duit. Oleh BUMD tersebut, pendapatan yang Rp11 miliar itu dibikin lagi anak perusahaan baru. Untuk kamuflase agar uangnya lari," ucap Dedi.

Dedi menyindir fenomena pimpinan perusahaan daerah yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi namun gagal mengelola risiko finansial secara benar. Ia merujuk pada potensi kerugian hampir Rp6 triliun yang pernah mengancam Bank Jabar di masa lalu.

"Saya lebih baik dipimpin oleh orang bodoh tapi mengerti daripada orang pintar tapi tolol," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.