Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Di Davos, China Tegaskan Komitmen Dukung Perdagangan Bebas

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di Davos, China Tegaskan Komitmen Dukung Perdagangan Bebas Doc: Antara
Ket. Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, menghadiri upacara pembukaan Pameran Rantai Pasokan Internasional Tiongkok ketiga dan menyampaikan pidato di Beijing, China (16/7).

Istanbul - China pada Selasa (20/1), berjanji akan memberikan "dukungan penuh" untuk perdagangan bebas global di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.  

"Sejak tahun lalu, perang tarif dan perdagangan telah menimbulkan guncangan signifikan pada ekonomi dunia dan menimbulkan tantangan serius bagi multilateralisme dan perdagangan bebas," kata Wakil Perdana Menteri China He Lifeng.

Namun, China "tetap teguh dalam mendukung multilateralisme dan perdagangan bebas," tambahnya.

"Kita harus dengan tegas mendukung perdagangan bebas dan bersama-sama mempromosikan globalisasi ekonomi yang bermanfaat bagi semua dan inklusif," kata He kepada forum tersebut.

Meski tarif dan perang perdagangan "tidak ada pemenangnya," kata wakil perdana menteri itu, kolaborasi internasional telah menguntungkan banyak negara, termasuk China.

"Meskipun globalisasi ekonomi tidak sempurna dan dapat menyebabkan beberapa masalah, kita tidak dapat sepenuhnya menolaknya dan kembali ke isolasi yang kita tetapkan sendiri," katanya.

"Pendekatan yang tepat seharusnya, dan hanya bisa, adalah menemukan solusi bersama melalui dialog dan mengarahkan globalisasi ekonomi ke arah yang benar," tambahnya.

Mengenai pembicaraan perdagangan antara Beijing dan Washington, He Lifeng mengatakan kedua pihak "akan memperoleh keuntungan dari kerja sama dan mengalami kerugian dari konfrontasi" dan "harus saling membantu untuk sukses dan makmur bersama."

AS dan China adalah dua ekonomi terbesar di dunia, dengan perdagangan bilateral senilai ratusan miliar dolar setiap tahunnya.

Kedua negara itu terlibat perang tarif pada 2025 tetapi kemudian mencapai kesepakatan perdagangan setelah serangkaian pembicaraan.

Dia mengatakan bahwa wajar bagi negara-negara dengan sistem sosial, tahapan pembangunan, sejarah, dan budaya yang berbeda untuk menghadapi perbedaan saat berinteraksi.

"Kuncinya adalah menjunjung tinggi semangat kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan, membangun kepercayaan melalui dialog, dan menyelesaikan perselisihan melalui konsultasi," tambahnya, menyerukan "saling menghormati dan konsultasi yang setara."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Menkeu: Anggaran Kemenkeu T...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Dorong Apar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.