Laju Sampah Muara Baru Akan Disekat
📅 Selasa, 20 Jan 2026, 04:20 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: ANTARA/HO-DLH DKI Jakarta.
JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta menerapkan strategi pengendalian sampah dengan memasang sekatan berbahan High-Density Polyethylene (HDPE) dan bambu di kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. Langkah ini dilakukan untuk menahan pergerakan sampah agar tidak menyebar ke perairan yang lebih luas sekaligus mempercepat proses pengangkutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan, metode sekatan menjadi kunci dalam penanganan sampah skala besar di kawasan pesisir. Dengan sistem ini, sampah yang terbawa arus dapat dikumpulkan di satu titik, lalu diangkut menggunakan armada darat dan laut.
“Ke depan, kami akan memperkuat sekatan secara lebih permanen di seluruh zona serta menyiapkan armada cadangan, terutama saat terjadi hujan. Targetnya, sterilisasi kawasan Muara Baru dapat diselesaikan dalam lima hari. Total sampah terangkut diperkirakan melebihi 200 ton sejak hari pertama penanganan,” ujar Asep.
DLH mencatat, hingga hari ketiga penanganan, total sampah yang berhasil diangkut mencapai 137 ton. Pada hari pertama petugas mengangkut 35 ton sampah, hari kedua 25 ton, dan meningkat tajam pada hari ketiga dengan capaian 77 ton.
Untuk mendukung percepatan, DLH mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh truk sampah tipe kecil. Kemudian, enam truk besar, dua excavator, serta dua perahu karet. Sejumlah alat bantu seperti APD, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer juga disiagakan di lokasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Asep, kombinasi sekatan, armada angkut, dan penguatan personel membuat proses penanganan berjalan lebih efektif. Ia menilai pola ini bisa menjadi model penanganan sampah pesisir di wilayah lain yang memiliki karakter serupa. DLH Jakarta juga mengingatkan bahwa lonjakan sampah di pesisir tidak terlepas dari kiriman dari hulu sungai dan aktivitas masyarakat. Maka, upaya teknis di lapangan harus dibarengi dengan perubahan perilaku warga. “Menjaga kebersihan perairan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberlanjutan lingkungan pesisir Jakarta,” tutup Asep.
Jakarta Timur
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur telah membersihkan sampah dan menata lahan di lokasi eks Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Rusunawa Perkampungan Industri Kecil (PIK) 2, Penggilingan, Cakung. “Kawasan eks TPS tersebut ditata menjadi ruang terbuka hijau agar menjadi lingkungan yang nyaman bagi warga,” kata Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyebut, langkah ini merupakan awal penataan dan penghijauan kawasan yang sebelumnya menjadi tempat penumpukan sampah. Kondisinya memprihatinkan, bau, dan berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan. “Sampah menumpuk dengan bau menyengat. Lalat juga banyak, sehingga tidak baik untuk kesehatan,” jelas Munjirin.
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) tersebut telah resmi ditutup pada awal Januari 2026 dan pembuangan sampah dialihkan ke TPST Rawa Terate. Pembersihan terakhir dilakukan Rabu (7/1) dan penutupan dilakukan melalui koordinasi dengan lurah, camat, dan warga setempat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!