Korban Kecelakaan Kereta Cepat Bertambah, PM Spanyol Nyatakan 3 Hari Berkabung
📅 Selasa, 20 Jan 2026, 11:50 WIB | Oleh: Lili Lestari“Di sini, di titik nol, ketika Anda melihat tumpukan besi bengkok ini, Anda melihat dahsyatnya benturan,” kata Moreno. “Benturannya sangat dahsyat sehingga kami menemukan jenazah ratusan meter jauhnya.”
Video yang dirilis oleh Garda Sipil menunjukkan gerbong-gerbong yang paling parah hancur berantakan, kursi-kursi kereta terlempar ke atas kerikil yang menumpuk di bawah rel. Satu gerbong tergeletak miring, tertekuk di sekitar pilar beton besar, dengan puing-puing berserakan di sekitar area tersebut.
Penumpang melaporkan keluar melalui jendela yang pecah, beberapa menggunakan palu darurat untuk memecahkan kaca.
Layanan darurat regional Andalusia mengatakan 41 orang masih dirawat di rumah sakit, 12 di antaranya berada di unit perawatan intensif. 81 penumpang lainnya dipulangkan pada Senin sore, kata pihak berwenang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Layanan kereta api pada hari Senin antara Madrid dan kota-kota di Andalusia dibatalkan, menyebabkan gangguan besar. Maskapai penerbangan Spanyol Iberia menambahkan penerbangan ke Seville dan dua penerbangan lainnya ke Malaga untuk membantu para pelancong yang terlantar. Beberapa perusahaan bus juga memperkuat layanan mereka di selatan.
Kecelakaan 'Aneh'
Menteri Transportasi Puente pada Senin pagi mengatakan penyebab kecelakaan itu tidak diketahui.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebutnya sebagai insiden yang "benar-benar aneh" karena terjadi di jalur rel datar yang telah direnovasi pada bulan Mei. Ia juga mengatakan kereta yang keluar jalur tersebut berusia kurang dari 4 tahun. Kereta itu milik perusahaan Iryo yang dimiliki Italia, sementara kereta kedua adalah bagian dari perusahaan kereta api publik Spanyol, Renfe.
Menurut Puente, bagian belakang kereta pertama tergelincir dan menabrak bagian depan kereta lainnya. Investigasi penyebabnya bisa memakan waktu satu bulan, katanya.
Serikat Pengemudi Kereta Api Spanyol mengatakan kepada Associated Press bahwa pada bulan Agustus, mereka mengirim surat yang meminta operator kereta api nasional Spanyol untuk menyelidiki kekurangan pada jalur kereta api di seluruh negeri dan untuk mengurangi kecepatan di titik-titik tertentu sampai jalur tersebut sepenuhnya diperbaiki.
Rekomendasi tersebut dibuat untuk jalur kereta api berkecepatan tinggi, termasuk jalur tempat kecelakaan hari Minggu terjadi, kata serikat tersebut.
Álvaro Fernández, presiden Renfe, mengatakan kepada radio publik Spanyol RNE bahwa kedua kereta tersebut melaju jauh di bawah batas kecepatan 250 km/jam (155 mph); Salah satunya melaju dengan kecepatan 205 km/jam (127 mph), yang lainnya 210 km/jam (130 mph). Ia juga mengatakan bahwa “kesalahan manusia dapat dikesampingkan.”
Insiden tersebut “pasti terkait dengan peralatan bergerak Iryo atau infrastruktur,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!