Transparansi Jadi Fondasi Demokrasi, Tegas Penasihat Presiden
📅 Senin, 29 Sep 2025, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Tangerang - Penasihat Khusus Presiden, Purnomo Yusgiantoro mengatakan transparansi sebagai unsur penting dalam bidang ketahanan energi dan bagian tak terpisahkan dari tata kelola negara sekaligus fondasi utama demokrasi.
Ia mengatakan undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (UU KIP) adalah bagian dari kerangka hukum setelah reformasi yang mendukung ketahanan nasional.
"Karenanya, transparansi dalam pengelolaan sektor energi menjadi kunci untuk memperkokoh ketahanan nasional sekaligus memperkuat kepercayaan publik," kata Purnomo dalam acara Rakornas Komisi Informasi di Kota Tangerang, Senin.
Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto menambahkan keterbukaan informasi dalam perspektif pertahanan dipandang sebagai pilar yang mampu memperkuat daya tahan bangsa.
Hal ini dikarenakan keterbukaan informasi menjadi benteng dari ancaman disinformasi, propaganda digital, hingga polarisasi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Keterbukaan informasi publik tidak sebatas akuntabilitas, tetapi merupakan elemen strategis dalam pertahanan non-militer,” ujar Donny Ermawan.
Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat, Donny Yoesgiantoro mengatakan pihaknya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar-lembaga, baik pusat maupun daerah.
Hasil Rakornas akan menjadi rekomendasi kebijakan strategis bagi penguatan implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang pada akhirnya mendukung tata kelola pemerintahan yang terbuka dan demokratis.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Diharapkan rekomendasi yang nyata dalam segala bidang untuk kemajuan bangsa dan negara,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!