Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjaga Rimba Kaltim di Tengah Deru Industri Ekstraksi

📅 Minggu, 18 Jan 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menjaga Rimba Kaltim di Tengah Deru Industri Ekstraksi Doc: ANTARA/ Ahmad Rifandi.
Ket. Hutan di Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur.

SAMARINDA – Di tengah deru alat berat dan geliat industri ekstraktif yang terus bergerak, Kalimantan Timur memilih berjalan dengan ritme berbeda.

Provinsi yang dikenal kaya sumber daya alam ini berhasil menjaga napas hutannya tetap hidup, dengan tutupan hutan hujan tropis yang masih bertahan hingga 62 persen dari total wilayah daratan.

Capaian ini bukan hal sederhana. Di wilayah yang selama puluhan tahun menjadi pusat pertambangan dan energi, menjaga hutan berarti menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menempatkan hutan bukan sekadar bentang alam, tetapi sebagai penyangga kehidupan—penjaga air, pengendali iklim, dan warisan bagi generasi berikutnya.

Upaya tersebut dijalankan melalui penguatan tata kelola, perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi, serta dorongan transisi menuju pembangunan yang lebih hijau.

Di balik angka 62 persen itu, tersimpan kerja panjang menjaga batas, mengawasi pemanfaatan lahan, hingga membangun kesadaran bahwa hutan yang lestari justru menjadi aset jangka panjang.

Di tengah tekanan eksploitasi yang terus mengintai, Kalimantan Timur menunjukkan bahwa pembangunan tak selalu harus mengorbankan alam.

Hutan tetap berdiri, sementara arah pembangunan perlahan diarahkan agar ekonomi tumbuh tanpa menebang masa depan.

"Total luas wilayah Kaltim itu sekitar 12,69 juta hektare dan kami konsisten menjaga tutupan hutan jauh di atas standar nasional yang minimal 30 persen," kata Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Kaltim Susilo Pranoto di Samarinda, Minggu (18/1).

Susilo memaparkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ekologi terlihat dari sebaran hutan berkualitas yang masih sangat terjaga di berbagai kabupaten.

Wilayah Kabupaten Mahakam Ulu menjadi contoh konservasi terbaik dengan persentase tutupan hutan primer dan sekunder yang mencapai angka 80 persen.

Wilayah lain yang memiliki aktivitas industri padat seperti Kutai Barat dan Kutai Kartanegara juga masih mampu mempertahankan tutupan hutan di kisaran 50 persen berkat pengawasan yang ketat.

Keberhasilan mempertahankan aset hijau ini membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendapatkan pengakuan dunia internasional melalui pencairan dana kompensasi karbon dari Bank Dunia.

Provinsi ini menerima dana insentif penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 110 juta Dolar AS karena dinilai berhasil menjaga hutan tetap tegak dan tidak ditebang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.