Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MBG Selama Bulan Ramadan Penting untuk Pemenuhan Nutrisi dan Perputaran Roda Ekonomi Mikro

📅 Jumat, 16 Jan 2026, 14:37 WIB | Oleh:
MBG Selama Bulan Ramadan Penting untuk Pemenuhan Nutrisi dan Perputaran Roda Ekonomi Mikro Doc: Antara Foto
Ket. Siswa SMKN 1 Jakarta menerima Makan Bergizi Gratis (MBG)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan tetap berjalan selama bulan Ramadhan 2026 mendatang, menjadi polemik di masyarakat. Sebagian publik beropini bahwa pelaksanaan MBG di bulan puasa dinilai tidak efektif dan kurang relevan dengan jam aktivitas belajar mengajar.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, perdebatan tersebut kerap berangkat dari anggapan bahwa MBG hanyalah program sekolah yang sepenuhnya bergantung pada kalender akademik. Padahal, intervensi gizi tidak bersifat musiman dan tidak berhenti pada situasi tertentu, termasuk selama bulan Ramadan. Keberlanjutan distribusi MBG justru mencerminkan peran program ini sebagai upaya negara dalam menjaga pemenuhan gizi harian kelompok penerima manfaat, terlepas dari konteks waktu dan pola aktivitas.

Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian dr. Muhammad Fajri Adda’i, dokter medis sekaligus edukator kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurutnya, kehadiran MBG selama Ramadan tidak semata-mata tentang pemberian makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi nutrisi yang penting, terutama dalam membantu anak memahami pilihan makanan yang tepat saat berpuasa.

“Penting untuk menjaga stabilitas energi, konsentrasi belajar, daya tahan, dan sistem tubuh kita berjalan dengan baik. Jadi kita butuh nutrisi yang penting untuk menjaga kemampuan berpikir, kemampuan fisik beraktivitas supaya tidak lemas, tidak gampang terkena gula darah rendah (hipoglikemia), serta tidak kekurangan cairan di sekolah, juga mendukung aktivitas sehari-hari selama sepanjang bulan puasa,” terang dr. Fajri.

Pandangan ini, menurut dr. Fajri, didasarkan pada prinsip ilmu gizi dan kesehatan anak, bukan pada aspek kebijakan program. Selain itu, MBG juga dinilai akan lebih tepat diberikan pada waktu sahur dibandingkan saat berbuka.

dr. Fajri juga menekankan pentingnya peran guru dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada murid. Edukasi sederhana tentang pola makan sehat saat Ramadan dinilai dapat membantu anak menghindari konsumsi berlebihan makanan tinggi gula dan gorengan saat berbuka.

“Apa pun bentuk programnya, yang terpenting adalah anak tetap sehat, fokus belajar, dan memiliki kebiasaan makan serta minum yang baik dan bergizi selama bulan puasa,” jelasnya.

Potensi perputaran ekonomi lokal di bulan puasa

Tiidak hanya untuk memenuhi gizi harian masyarakat, di tahun 2026 pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp335 triliun bagi program MBG. Hal ini menunjukkan bahwa program ini juga menjadi katalisator penguatan ekonomi nasional sekaligus roda penggerak perekonomian lokal.

Salah satu contoh bagaimana MBG menggerakkan ekonomi lokal di Kota Pekanbaru disampaikan oleh Windra Pricindi Anatasia, S.E., M.Si., Mitra SPPG, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

​Menurut Windra, kebutuhan bahan pangan di dapur SPPG meningkat secara signifikan, sehingga para mitra harus menambah tenaga kerja baru untuk proses pengemasan hingga pengiriman.

"Seluruh pelaku UMKM yang terlibat wajib menyediakan bahan baku kualitas premium. Mulai dari tempe, tahu, ayam, ikan, sayuran, buah, hingga bahan lainnya. Kebutuhan bahan baku mendekati 4.000 kilogram per hari. Untuk ayam saja 300–350 kilogram, sementara sayuran 100–200 kilogram setiap hari," ujarnya.

Eliza Mardian, Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia juga menyarankan perlunya sinergi pemerintah dengan UMKM atau katering yang sudah berjalan, agar program MBG bisa menggerakkan roda perekonomian lokal. Mengingat UMKM di tingkat lokal juga sudah bekerjasama dengan supplier lokal.

“Program MBG ini bisa menggerakkan roda perekonomian lokal itu tergantung dari seberapa banyak pihak yang dilibatkan dan juga model dapurnya. Sebetulnya ini kan kita bisa memanfaatkan dapur existing yang milik UMKM, hanya saja ada standarisasi,” ujarnya.

Dapur UMKM atau kantin sekolah menurut Eliza bisa dimanfaatkan dan tidak perlu investasi terlalu besar untuk meningkatkan standar kualitas dan kebersihannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Cegah Rabies, 435 Kucing di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.