Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Australia Open 2026: Sinner Merasa Skandal Doping Justru Membuatnya Lebih Kuat

📅 Jumat, 16 Jan 2026, 10:26 WIB | Oleh:
Australia Open 2026: Sinner Merasa Skandal Doping Justru Membuatnya  Lebih Kuat Doc: AFP
Ket. Jannik Sinner.

Australia Open 2026: Sinner Merasa Skandal Doping Justru Membuatnya  Lebih Kuat

MELBOURNE, AUSTRALIA  — Jannik Sinner menegaskan bahwa sanksi larangan bermain selama tiga bulan akibat kasus doping tahun lalu justru membentuknya menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih rileks di lapangan. Pernyataan itu disampaikan petenis Italia berusia 24 tahun tersebut saat bersiap mempertahankan gelar Australia Open.

Sinner datang ke Melbourne Park tahun lalu di bawah tekanan besar, dengan masa depan kariernya diliputi ketidakpastian menyusul skandal obat terlarang. Namun, ia mampu menepis hiruk-pikuk tersebut dan tampil sebagai juara. Setelah itu, kariernya sempat terhenti karena harus menjalani hukuman tiga bulan usai dua kali dinyatakan positif menggunakan steroid anabolik terlarang pada 2024.

Sejak awal, Sinner bersikukuh bahwa zat tersebut masuk ke tubuhnya tanpa sengaja, melalui pijatan fisioterapisnya yang menggunakan semprotan mengandung bahan terlarang untuk mengobati luka. Badan Antidoping Dunia (WADA) menyatakan Sinner tidak berniat berbuat curang, tetapi tetap menjatuhkan sanksi karena ia bertanggung jawab atas tindakan orang-orang di sekelilingnya.

“Tahun lalu jelas situasinya jauh lebih sulit karena pada momen seperti ini saya belum tahu apa yang akan terjadi,” ujar Sinner.
“Saya mencoba tetap menikmati setiap kali turun ke lapangan, tapi semua itu masih ada di kepala saya. Itu sulit bagi saya, juga bagi keluarga. Saya berusaha tetap dekat dengan orang-orang yang saya cintai. Kadang berhasil dengan baik, kadang juga terasa mengecewakan.”

Masa skors Sinner berakhir pada Mei. Ia langsung bangkit dengan menjuarai Wimbledon dan ATP Finals, sekaligus menutup musim sebagai petenis nomor dua dunia, tepat di belakang rival utamanya, Carlos Alcaraz.

Pengalaman pahit tersebut, menurut Sinner, justru mematangkannya.
“Begitulah adanya. Setelah semua itu, saya percaya setiap hal terjadi karena suatu alasan,” katanya.
“Itu membuat saya lebih kuat sebagai pribadi. Saya menjadi lebih dewasa, karena kini melihat berbagai hal, terutama saat tidak berjalan sesuai rencana, dengan cara yang berbeda. Apa pun hasil di lapangan sekarang hanyalah bonus. Saya menjalani olahraga ini dengan cara yang jauh lebih rileks, tapi tetap memberikan segalanya. Ada keseimbangan di sana, dan saya sangat bahagia.”

Sinner meraih gelar Australian Open tahun lalu dengan menaklukkan Alexander Zverev straight set di final, setelah sebelumnya bangkit dari ketertinggalan dua set untuk mengalahkan Daniil Medvedev di final edisi 2024. Jika mampu meraih gelar ketiga beruntun, ia akan sejajar dengan Novak Djokovic sebagai satu-satunya petenis putra di era Open yang menorehkan hattrick juara di Melbourne Park. Djokovic sendiri melakukannya dua kali dari total 10 gelarnya di Australia.

Peluang duel keduanya terbuka di semifinal tahun ini, jika sama-sama melaju sejauh itu. Sinner akan memulai perjuangannya menghadapi petenis Prancis, Hugo Gaston, dengan pelatih berpengalaman Darren Cahill kembali mendampinginya.

Sinner dan Cahill bekerja sama sejak Juni 2022. Pelatih asal Australia itu berperan besar dalam mengantar Sinner ke puncak persaingan tenis dunia.
“Dia sangat penting bagi kami semua, bagi seluruh tim. Pengalamannya luar biasa,” ujar Sinner, yang berhasil meyakinkan Cahill menunda rencana pensiunnya.
“Dia sosok yang mengendalikan segalanya. Dia adalah ‘ayah’ bagi seluruh tim.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.