Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sumedang Bangun Bendung Cariang untukPpasok Air 1.603 Hektare Sawah

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 15:41 WIB | Oleh:
Sumedang Bangun Bendung Cariang untukPpasok Air 1.603 Hektare Sawah Doc: ANTARA/Ilham Nugraha
Ket. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat meninjau pembangunan Bendung Cariang di Ujungjaya, Sumedang pada Rabu (14/1).

SUMEDANG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, membangun Bendung Cariang secara permanen untuk memenuhi pasokan air irigasi bagi 1.603 hektare sawah di Ujungjaya yang beberapa tahun sebelumnya sempat jebol karena banjir.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Rabu, mengatakan bahwa Bendung Cariang memiliki peran penting bagi sekitar lima ribu petani dan 98 kelompok tani, sehingga pembangunannya ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun pengerjaan.

“Bendung Cariang ini beberapa tahun terakhir sempat jebol. Alhamdulillah mulai tahun ini dibangun permanen dan ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun guna mengairi 1.603 hektare sawah,” ujarnya.

Dia menjelaskan pembangunan proyek strategis dengan nilai kontrak sebesar Rp64 miliar ini telah memasuki tahap persiapan pada perakitan besi dan badan bendung yang akan dituntaskan pada tahun pertama.

Meski pembangunan Bendung Cariang masih berlangsung, Bupati Sumedang menegaskan kebutuhan air bagi para petani tetap terjaga ketika musim tanam kedua dan ketiga melalui sistem tanggul sementara yang sudah tersedia.

Bendung Cariang tersebut dinilai penting untuk mengairi sawah di Ujungjaya yang merupakan sentra padi Sumedang sehingga panen bisa dilakukan sampai tiga kali dalam setahun dan menghasilkan padi dengan nilai mencapai Rp133 miliar.

“Insya Allah di musim tanam kedua dan ketiga, air tetap mengalir ke irigasi Cariang. Mohon maaf bila belum maksimal karena sedang pembangunan. Biasanya memang belum nyaman, tapi setelah selesai manfaatnya jangka panjang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, dirinya optimistis keberadaan bendung permanen akan meningkatkan produktivitas pertanian sehingga dapat berdampak kepada ketahanan pangan dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat sekitar.

“Kalau sawah bisa panen tiga kali, pendapatan petani meningkat, kesejahteraan naik, lapangan kerja bertambah, pengangguran berkurang, dan tentu mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam kolaborasi pembangunan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Asik, Sambut Libur Sekolah ...
Megapolitan
Warga Gagalkan Aksi Dua Pen...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...

Haree Gini Masih Buang Sampah Sembarangan…Bakal Masuk Bui

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Haree Gini Masih Buang Samp...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.