Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

The Danish West Indies, Jejak Kolonial Denmark di Karibia

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 06:40 WIB | Oleh:

Setelah perbudakan dihapus, industri gula mengalami kemerosotan. Persaingan global, biaya produksi yang tinggi, serta perubahan ekonomi dunia membuat perkebunan tidak lagi menguntungkan. Bagi Denmark, koloni di Karibia semakin menjadi beban finansial dan administratif.

Pada saat yang sama, nilai strategis wilayah ini mulai bergeser seiring munculnya kekuatan-kekuatan baru di kawasan Atlantik. Memasuki akhir abad ke-19, Amerika Serikat memandang Danish West Indies sebagai wilayah strategis, terutama untuk kepentingan militer dan jalur pelayaran.

Kekhawatiran bahwa pulau-pulau tersebut dapat jatuh ke tangan kekuatan Eropa lain mendorong Amerika Serikat untuk membuka negosiasi dengan Denmark. Setelah perundingan panjang yang sempat tertunda selama puluhan tahun, kesepakatan akhirnya tercapai.

Penyerahan Wilayah

Pada 31 Maret 1917, Denmark secara resmi menjual Hindia Barat Denmark kepada Amerika Serikat dengan nilai 25 juta dolar AS dalam bentuk emas. Sejak saat itu, wilayah tersebut berganti nama menjadi Kepulauan Virgin Amerika Serikat.

Penyerahan ini dilakukan tanpa referendum bagi penduduk lokal yang mendiami wilayah tersebut, sebuah keputusan yang hingga kini menjadi bagian dari kritik terhadap praktik kolonial masa lalu.

Meski telah berganti penguasa, warisan Denmark masih terlihat jelas. Bangunan kolonial, benteng, gereja, serta nama-nama jalan di St. Thomas, St. John, dan St. Croix menjadi pengingat akan masa lalu. Unsur budaya dan bahasa Kreol juga menyimpan jejak pengaruh Denmark dan Afrika.

Kisah Hindia Barat Denmark merupakan potret kolonialisme dalam skala global tentang ambisi ekonomi, penderitaan manusia, perlawanan, dan perubahan geopolitik.

Di Kepulauan Virgin Amerika Serikat, jejak Denmark di Karibia mungkin telah berakhir secara politik, tetapi warisannya terus menjadi bahan refleksi tentang harga yang harus dibayar dalam perjalanan menuju dunia modern. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...

Menyeberang ke Lampung, Persebaya Berusaha Raih Sukses

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Menyeberang ke Lampung, Per...
Megapolitan
Sangat Memprihatinkan Rumah...
Ekonomi
Benarkah After Market Bisa ...
Advertisement
Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.