ASEAN Kompak Satukan Keuangan Lewat Ekspansi QRIS
📅 Senin, 22 Sep 2025, 15:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Jakarta Globe
JAKARTA — Negara-negara Asia Tenggara semakin mempererat kerja sama untuk menjaga stabilitas keuangan dan mempercepat integrasi regional. Fokus utama diarahkan pada transaksi mata uang lokal (LCT) dan pembayaran digital lintas batas yang semakin dibutuhkan di tengah ketidakpastian global.
Pertemuan ke-30 ASEAN Senior Level Committee on Financial Integration (SLC) yang berlangsung di Yogyakarta pada 18–19 September 2025 menghasilkan kesepakatan penting. Bank Indonesia (BI) bersama Bank Negara Vietnam memimpin forum tersebut dan menekankan pentingnya memperkuat ikatan keuangan regional.
“Bank Indonesia tetap berkomitmen memperluas transaksi mata uang lokal sebagai instrumen utama untuk mengurangi kerentanan eksternal dan memperkuat integrasi keuangan,” ujar Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, dalam pernyataan resmi, Minggu.
Filianingsih menambahkan, Indonesia juga akan mendorong konektivitas pembayaran lintas negara. Per Agustus 2025, sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah digunakan di empat negara: Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
Transaksi QRIS di Malaysia tercatat menembus Rp 1,15 triliun, sementara di Thailand mencapai hampir 1 juta transaksi dengan nilai Rp 437 miliar. Jepang menjadi negara non-ASEAN pertama yang menerima QRIS pada Agustus 2025, menandai perluasan pengaruh sistem pembayaran digital Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bank Indonesia kini tengah mempersiapkan ekspansi QRIS ke China, India, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Langkah ini diyakini akan mempermudah pembayaran bagi wisatawan, pebisnis, hingga jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Filianingsih menegaskan pentingnya memperkuat jaring pengaman keuangan regional dan manajemen krisis. Menurutnya, semakin terhubungnya perbankan dan pasar modal ASEAN menuntut kesiapan bersama menghadapi potensi gejolak global.
Ia menambahkan, peran sektor keuangan kawasan harus diperkuat untuk menjaga ketahanan ekonomi. Keberadaan jaring pengaman regional yang solid akan menjadi benteng penting dalam menghadapi tekanan eksternal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan SLC ASEAN selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Filipina pada awal 2026. Bank Indonesia bersama bank sentral Vietnam akan kembali menjadi ketua bersama untuk mengawal agenda integrasi keuangan ASEAN.
Forum ini akan terus memainkan peran strategis dalam mempercepat agenda keuangan ASEAN. Dengan langkah konkret seperti LCT dan QRIS lintas negara, integrasi keuangan di kawasan diprediksi akan semakin kuat dalam beberapa tahun mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!