Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspadai Angin Kencang di Jawa Tengah Bagian Selatan

📅 Senin, 12 Jan 2026, 16:05 WIB | Oleh:
BMKG: Waspadai Angin Kencang di Jawa Tengah Bagian Selatan Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.

CILACAP -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan, termasuk Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya, yang terpantau meningkat dalam beberapa hari terakhir.  

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Senin siang, mengatakan hasil pengamatan menunjukkan peningkatan kecepatan angin maksimum sejak 9 Januari 2026.

“Secara berurutan kecepatan angin maksimum tercatat 25 knot pada 9 Januari, meningkat menjadi 30 knot pada 10 Januari, kemudian 22 knot pada 11 Januari, dan pada siang hari ini mencapai 32 knot yang juga disertai hujan,” katanya.

Ia mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer berupa adanya tekanan rendah di Australia bagian timur laut yang tercatat sebesar 998 milibar dan tekanan tinggi di kawasan Asia mencapai 1.026 milibar.  

Menurut dia, perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan ini memicu tiupan angin yang cukup kencang di wilayah Indonesia, khususnya di Jateng bagian selatan.    

“Dalam sepekan ke depan, wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya secara umum berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Selain itu, potensi angin kencang diperkirakan masih terjadi hingga akhir pekan,” katanya.

Menurut dia, hujan cenderung terjadi pada sore hingga malam hari dengan suhu udara berkisar 24-33 derajat Celsius dan kelembapan udara berkisar 56–91 persen.

Ia mengatakan angin dominan bertiup dari arah barat dengan kecepatan berkisar 5-45 kilometer per jam.

Selain itu, kata dia, BMKG juga memprakirakan ketinggian gelombang di perairan selatan Jawa berada pada kisaran 1,25-2,5 meter.

“Oleh karena itu, masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna jasa kelautan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem,” kata Teguh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.