Lestarikan Budaya Melayu, Enam Ribu Penari Zapin di Riau Catatkan Rekor Muri
📅 Minggu, 11 Jan 2026, 13:40 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
PEKANBARU - Sebanyak 6.000 penari mempersembahkan Tari Zapin Massal mencatatkan sejarah pada Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) yang diinisiasi oleh Badan Kerja sama Organisasi Wanita (BKOW) Riau di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Minggu (11/1).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan kebanggaannya dalam kegiatan yang mengusung tema "Bersatu Dalam Gerak Zapin Lestarikan Budaya Melayu". Hal ini menurutnya bukti Riau tidak pernah goyah meski dihantam badai modernitas.
"Riau memilih jalan yang berbeda. Kita memilih untuk maju tanpa tercerabut, berkembang tanpa meninggalkan akar, dan membangun tanpa mengorbankan nilai," kata SF Hariyanto.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak seharusnya menenggelamkan pusaka moyang, melainkan harus berjalan beriringan. Ia memaknai Tari Zapin sebagai sebuah peradaban yang diterjemahkan ke dalam olah raga dan rasa.
Baginya, Zapin mengajarkan sebuah filosofi hidup yang mendalam, bahwa kebersamaan adalah pondasi yang jauh lebih utama daripada keinginan untuk menonjolkan diri sendiri, dan kecantikan sejati hanya bisa lahir dari keteraturan batin.
Sebaiknya Anda baca juga:
SF Hariyanto mengatakan di saat dunia seakan berlomba-lomba mempertontonkan kebebasan yang tanpa sekat, perempuan Melayu Riau justru berdiri tegak menunjukkan kesantunan adalah sebuah kekuatan yang menggetarkan. Itu melalui busana kebaya labuh kekek yang membalut raga para penari perempuan.
"Begitu pula kebaya labuh kekek yang dikenakan hari ini. Di saat dunia berlomba-lomba menampilkan kebebasan tanpa batas, perempuan Melayu Riau justru menunjukkan bahwa kehormatan adalah kekuatan, bukan kelemahan," ungkapnya.
Gubernur memberikan apresiasi setinggi kepada BKOW Provinsi Riau atas dedikasi yang tak terhingga. Pasalnya kegiatan ini tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bagi pemerintah daerah, torehan rekor dunia ini bukanlah garis finis, melainkan sebuah titik mula bagi sebuah gerakan kebudayaan yang lebih masif dan berkesinambungan. Angka 6.000 penari itu bukanlah sekadar statistik di atas kertas rekor, melainkan sebuah proklamasi kepada seluruh penjuru Indonesia bahwa Riau menjaga warisan leluhurnya dengan sungguh-sungguh, " sebutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!