Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

658 Siswa di Kabupaten Grobogan Diduga Keracunan MBG

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 18:20 WIB | Oleh:
658 Siswa di Kabupaten Grobogan Diduga Keracunan MBG Doc: antara foto
Ket. Aparat berjaga di lokasi dapur MBG yang diduga telah menyebabkan ratusan siswa di Kabupaten Grobogan, Jateng, keracunan.

GROBOGAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), mencatat 658 orang terdampak dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi sejak Jumat (9/1) hingga Sabtu (10/1) di sejumlah sekolah dan satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Gubug.

Kepala Dinkes Kabupaten Grobogan Djatmiko di Grobogan, Minggu (11/1), mengatakan korban tersebar di berbagai lokasi, mulai dari SMP, SMK, dan SD negeri di wilayah Ngroto, hingga PAUD Ngroto, SD Glapan, SD Trisari, serta SD Penadaran.

"Total korban sementara ada 658 orang, dengan lokasi terdampak meliputi Desa Ngroto, Penadaran, Glapan, Trisari. Dari jumlah tersebut sebagian besar sudah ditangani, baik melalui rawat jalan maupun perawatan lanjutan," ucapnya.

Ratusan korban tersebut merupakan siswa SD hingga santri pondok pesantren di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Jumat (9/1).

MBG tersebut diketahui disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwaron.

Hingga Minggu (11/1) pagi tercatat 79 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, dengan rincian 11 orang dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, 39 orang dirawat di RS Ki Ageng Getas Pendowo (Gubug), 11 orang di RS Soedjati, sembilan orang di UPTD Puskesmas Penawangan 1, tujuh orang di Puskesmas Kedungjati, serta dua orang di Puskesmas Gubug 1.

"Jumlah ini bersifat dinamis. Ada pasien yang kondisinya membaik dan dipulangkan, namun juga ada potensi penambahan. Data akan kami perbarui setiap 12 jam," kata Djatmiko.

Djatmiko mengungkapkan gejala yang paling banyak dialami para korban adalah mual dan muntah. Dugaan sementara, keluhan tersebut muncul setelah korban mengonsumsi makanan MBG pada Jumat (9/1) siang berupa nasi kuning dengan lauk telur, abon, dan tempe orek. Gejala mulai dirasakan sejak Jumat sore hingga Sabtu pagi.

Sejak Sabtu (10/1) pagi, tim Dinkes bersama puskesmas setempat turun ke lapangan untuk melakukan pengobatan, pendataan, serta pemilahan pasien, baik yang cukup menjalani rawat jalan maupun yang memerlukan rujukan ke rumah sakit.

"Kami melibatkan beberapa puskesmas terdekat agar penanganan lebih cepat. Pasien yang tidak memerlukan rawat inap ditangani di lokasi, sementara yang membutuhkan perawatan lanjutan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan," ujarnya.

Selain penanganan medis, Dinkes Grobogan juga melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) serta pengambilan sampel makanan yang akan diperiksa di laboratorium kesehatan pada Senin (12/1) untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Djatmiko menegaskan pihaknya mengingatkan seluruh penyedia layanan makanan, khususnya SPPG, agar mematuhi Standar Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), termasuk ketepatan waktu distribusi makanan.

"Pemberian makanan tidak boleh molor. Jika terlalu lama, lebih dari empat jam, kualitas makanan dapat menurun dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.