Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IPO PAM Jaya tak Boleh Melebihi 30 Persen

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 03:07 WIB | Oleh:
IPO PAM Jaya tak Boleh Melebihi 30 Persen Doc: Humas PAM Jaya
Ket. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran III, di Jalan Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur.

JAKARTA - Gubernur Jakarta Pramono Anung mengingatkan agar penawaran saham perdana (IPO) PAM Jaya tak boleh melewati 30 persen agar kendali perusahaan tetap berada di tangan Pemprov Jakarta. Penegasan ini disampaikan Pramono di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).

Pembangunan gedung ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur dan kelembagaan PAM Jaya dalam meningkatkan layanan air bersih bagi warga Jakarta. Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya dirancang sebagai fasilitas operasional terpadu yang mencakup pusat koordinasi, informasi, serta pelayanan langsung kepada masyarakat.

Pramono menegaskan bahwa rencana Pemerintah Provinsi Jakarta terus mendorong Initial Public Offering (IPO) PAM Jaya sebesar maksimal 30 persen pada tahun 2027. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi perusahaan tanpa mengurangi kendali pemerintah daerah.

Dia menekankan, pembatasan porsi IPO bertujuan agar kewenangan strategis tetap berada di tangan Pemprov Jakarta. Pramono menegaskan filosofi utama PAM Jaya adalah melayani kebutuhan dasar masyarakat. Hal ini khususnya air bersih yang memiliki karakteristik pengelolaan berbeda dibandingkan daerah lain.

“Kenapa saya dorong IPO dan porsinya tidak boleh lebih dari 30 persen? Supaya kendali kewenangan sepenuhnya tetap berada di tangan kita. PAM Jaya hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut Pramono menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan layanan air minum.

Menurutnya, ketahanan air bersih merupakan bagian tak terpisahkan dari ketahanan kota Jakarta secara keseluruhan. “Jika pengelolaan air dilakukan secara profesional untuk kebutuhan publik, saya yakin ke depan justru perusahaan swasta akan belajar dari PAM Jaya,” kata Pramono.

Sejak 2022

Sedangkan terkait pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya, memang telah diusulkan sejak 2022 dan kini resmi dimulai. Gedung ini memiliki luas bangunan 18.853 meter persegi. Gedung terdiri atas 11 lantai dan satu lantai basement yang akan menunjang aktivitas kerja seluruh karyawan PAM Jaya.

Pemprov Jakarta berharap keberadaan gedung ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan air bersih sekaligus memperkuat koordinasi internal perusahaan. Dengan fasilitas yang terpusat, pelayanan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat, transparan, dan terukur.

Saat ini, cakupan layanan air bersih PAM Jaya telah mencapai sekitar 80 persen wilayah Jakarta. Angka tersebut ditargetkan meningkat hingga 100 persen pada tahun 2029 seiring dengan penguatan infrastruktur dan transformasi kelembagaan dari Perumda menjadi Perseroda.

Pramono menegaskan, penguatan layanan dasar seperti air bersih menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Ia memastikan Pemprov akan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan warga.

Menurut Pramono, fasilitas ini disiapkan khusus untuk melayani warga yang belum sepenuhnya terjangkau secara digital, sehingga akses pelayanan tetap inklusif. Pramono menyampaikan, pembangunan gedung tersebut telah dirancang sejak awal masa kepemimpinannya sebagai kebutuhan strategis jangka menengah. Keberadaan gedung representatif menjadi salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan PAM Jaya menghadapi tantangan pengelolaan air bersih di masa depan.

“Saya sudah memikirkan kebutuhan hingga tahun 2027. Ketika kita melakukan IPO, PAM Jaya sudah memiliki gedung yang representatif, manajemen yang baik, dan sumber daya manusia yang bekerja keras dengan ukuran kinerja jelas,” jelas Pramono. pdr/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.