Danantara Bangun Kompleks Haji di Makkah, Target Tampung 22.000 Jemaah Indonesia
📅 Rabu, 07 Jan 2026, 18:56 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Bayu Saputra
JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mulai menggarap pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah, Arab Saudi, dengan Kawasan Thakher sebagai fondasi awal proyek strategis jangka panjang bagi layanan jemaah haji Indonesia.
Kawasan Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah dan telah beroperasi dengan sekitar 4,4 hektare lahan kawasan pengembangan yang berlokasi sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram, dengan sekitar 1.461 kamar di tiga menara, serta kurang lebih 14 plot lahan kawasan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.
"Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya," ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Pandu menjelaskan, pengembangan Kawasan Thakher akan difokuskan pada penyediaan akomodasi dan diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jamaah yang lebih terintegrasi, mencakup fasilitas ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan penunjang lainnya.
“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Pandu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seiring akuisisi kawasan Thakher, Ia melanjutkan, Danantara tengah mengikuti dan mencermati proses lelang yang dijalankan oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC).
RCMC merupakan otoritas pengembangan Kota Makkah, yang tugasnya menetapkan arah kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan untuk proyek-proyek strategis di Makkah.
Dalam kerangka itu, Danantara menempatkan pengembangan Kompleks Haji sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang selaras dengan master plan Kota Makkah dan kerangka kerja yang ditetapkan RCMC.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, RCMC menawarkan sejumlah plot kawasan dengan berbagai karakteristik lokasi, peruntukan, dan jarak terhadap Masjidil Haram.
Adapun, prosesnya mencakup tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, serta seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai master plan Kota Makkah.
“RCMC adalah bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Kami masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji, tentu dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” ujar Pandu.
Pengembangan Kompleks Haji dijalankan melalui dua jalur strategis secara paralel, diantaranya jalur pertama yaitu penguatan fondasi proyek melalui Kawasan Thakher, dan jalur kedua dilakukan melalui partisipasi aktif dan penjajakan berkelanjutan dalam mekanisme lelang yang dikelola oleh RCMC untuk peluang kawasan lain di sekitar Masjidil Haram.
“Kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya eksisting dan siap dikembangkan, sementara pada saat yang sama kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” ujar Pandu.
Dalam laporannya, Danantara menyampaikan bahwa penguatan Kawasan Thakher berjalan sebagai fondasi awal pengembangan Kompleks Haji sekaligus membuka ruang pengembangan lanjutan dalam kerangka kerja RCMC untuk kawasan-kawasan strategis lainnya di Makkah ke depannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!