Manila Tangkap Eks Jenderal yang Serukan Penggulingan Presiden
📅 Selasa, 06 Jan 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/MOHD RASFAN
MANILA - Seorang mantan jenderal angkatan udara Filipina yang dituduh mendorong militer untuk menggulingkan Presiden Ferdinand Marcos Jr telah ditangkap atas tuduhan penghasutan pada Senin (5/1) di bandara internasional Manila.
“Romeo Poquiz, yang secara terbuka menyerukan agar angkatan bersenjata menarik dukungan mereka dari Marcos Jr di tengah skandal korupsi yang berkembang, ditahan oleh polisi nasional Filipina setelah kembali dari liburan di Thailand,” kata Menteri Dalam Negeri Jonvic Remulla kepada AFP.
"Dia ditangkap atas tuduhan penghasutan sehubungan dengan pernyataan-pernyataannya baru-baru ini. Dia ditangkap saat tiba dari Bangkok pagi ini," imbuh Remulla.
Berbicara pada konferensi pers, pelaksana tugas kepala polisi Jose Nartatez mengatakan Poquiz telah ditahan berdasarkan surat perintah penangkapan tertanggal 5 Desember.
Mantan jenderal berusia 67 tahun itu mengkonfirmasi penangkapannya dalam sebuah unggahan di Facebook. "Saya ditangkap oleh (Kelompok Investigasi dan Deteksi Kriminal Kepolisian Nasional Filipina) di Terminal Bandara. Hidup rakyat Filipina!" kata Poquiz, menambahkan bahwa dia dibawa ke markas polisi Camp Crame di Manila.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengacara mantan jenderal tersebut, Ferdinand Topacio, mengatakan kepada AFP bahwa ia belum diizinkan untuk bertemu dengan kliennya. Dia menambahkan bahwa seruan agar militer menarik dukungannya untuk Marcos Jr bukanlah hasutan langsung untuk melakukan pemberontakan, melainkan diskusi tentang kemungkinan akibat dari penyelewengan dan korupsi.
"Ini hanya menunjukkan bahwa pemerintah mengecam mereka yang berbicara tentang kesalahan, bukan mereka yang mencuri uang rakyat," kata Topacio.
Panglima militer Filipina, Jenderal Romeo Brawner, mengatakan pada Oktober lalu bahwa staf tempur negara itu telah menolak mendukung para perwira purnawirawan yang dipimpin oleh Porquiz yang menyampaikan keluhan mereka terhadap Marcos Jr, dengan mengatakan bahwa militer tetap kokoh dalam dukungannya terhadap konstitusi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Brawner juga mengatakan bahwa para perwira yang sudah pensiun telah menghubungi perwira-perwira muda untuk melakukan kudeta junta militer guna mengatur ulang masyarakat Filipina tanpa mengungkapkan nama mereka.
Desakan untuk intervensi militer itu muncul ketika Manila bersiap menghadapi protes antikorupsi pada 21 September lalu yang dipicu oleh proyek-proyek pengendalian banjir fiktif yang diyakini telah merugikan wajib pajak miliaran dollar.
Marcos Jr, yang menjadikan kecurangan besar-besaran itu sebagai inti dari pidato nasionalnya pada Juli dan sejak itu mendapati teman dan musuhnya sama-sama terlibat dalam skandal tersebut, dengan beberapa lawan politiknya menyatakan bahwa ia adalah penerima manfaat utama dari korupsi tersebut.
Saat berbicara pada acara penandatanganan anggaran nasional baru pada Senin, Marcos Jr tidak menyebutkan penangkapan tersebut. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!